Bandung, IDN Times - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat menemukan beberapa indikasi kenaikan harga daging ayam di sejumlah wilayah disebabkan oleh persoalan pada rantai distribusi. Harga ayam hidup saat ini sudah menyentuh Rp24.500-Rp25.000 per kilogram.
Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani mengatakan, harga daging ayam sempat terpuruk akibat kelebihan pasokan, di mana saat itu program MBG yang menjadi penyerap terbanyak berhenti sementara. Di sisi lain, produksi peternak tetap berjalan normal sehingga terjadi penumpukan pasokan di pasar.
"Kemarin kan posisinya daging ayam kita kebanyakan, karena MBG berhenti sementara karena libur sekolah. Sedangkan produksi tidak berkurang sedikit pun," kata Nining, Sabtu (15/8/2026).
