Gempa di Cianjur Pernah Terjadi pada 1970-an

Bandung, IDN Times - Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, Dr. Irwan Meilano menyatakan, pergerakan sesar Cimandiri sudah dua kali terjadi dan mengakibatkan gempa 5.6 skala richter atau SR di Kabupaten Cianjur.
Dr. Irwan mengatakan, pernah terjadi gempa berkekuatan serupa di tahun 1970-an yang juga disebabkan oleh pergerakan sesar Cimandiri. Sehingga, upaya paling penting dari pemerintah adalah memahami potensi-potensi dari gempa bumi itu sendiri.
"Daerah tersebut memiliki potensi gempa. Penataan ruang dan kaidah pembangunan yang dilakukan tiap daerah harus disesuaikan dengan struktur geologinya serta jaraknya dari sumber gempa," ujar Irawan melalui keterangan resmi, Selasa (22/11/2022).
Selain itu, masyarakat juga harus melek literasi dan pengetahuan bahwa mereka tinggal di daerah yang rawan gempa sehingga mitigasi dapat dilakukan. Dia menegaskan, peristiwa ini terjadi tidak lain dari pergerakan Sesar Cimandiri.
"Penyebab gempa ini adalah Sesar Cimandiri yang membujur dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang. Hal ini juga senada dengan perkataan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati," katanya.
Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB tersebut menjelaskan bahwa Sesar Cimandiri tergolong sesar aktif. Sama dengan sesar lainnya, Sesar Cimandiri merupakan bidang rekahan yang disertai dengan adanya pergeseran, mengalami retakan, atau memiliki celah.
"Pada sesar ini terdapat akumulasi tegangan tektonik yang menjadi gaya penerus gempa. Jika ditilik melalui pendekatan geologi, juga menunjukkan hal yang serupa. Sesar ini termasuk sumber gempa yang independen dan tidak dipengaruhi oleh gempa-gempa sebelumnya sehingga terdapat potensi gempa yang signifikan terjadi di masa depan," kata dia.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil alias Emil menyatakan bahwa ada 162 orang meninggal menjadi korban peristiwa gempa bumi darat ini. Selain itu, ratusan orang juga mengalami luka-luka. Emil juga memastikan dari peristiwa ini akan ada korban tambahan.
"Diduga masih ada warga hilang dan terperangkap oleh longsor dan jumlah akan bertambah pada saat nanti kita evakuasi," ujar Emil di lokasi longsor, Senin (21/11/2022).


















