Bandung, IDN Times - Mesin pendingin di sebuah cold storage milik Ade Fahrudin di Jampang Kulon, seharusnya bekerja pada tegangan sekitar 220 volt. Namun, selama ini listrik yang masuk ke tempat usahanya kerap hanya berada di kisaran 180 volt. Kondisi ini memaksa mesin tak bisa bekerja maksimal dan produksi ikan ikut terdampak.
Bagi pelaku usaha perikanan seperti Ade, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan. Pasokan listrik yang stabil menjadi penentu keberlangsungan usaha, terutama bagi pemilik cold storage yang harus menjaga ikan tetap dalam kondisi beku.
“Selama ini masih banyak kendalanya, kayak kekurangan setrum. Produksinya kurang maksimal. Kadang-kadang 180, jadi mesin enggak naik. Maunya mesin itu harusnya 220-an, baru bisa normal,” kata Ade saat berbincang dengan IDN Times, Kamis (27/8/2028).
Jampang Kulon merupakan sebuah kecamatan di Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Daerah ini terletak sekitar 61 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini juga hanya berjarak sekitar 49,6 kilometer dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pelabuhan Ratu.
Meski jaraknya tidak jauh, tapi kondisi kelistrikan di wilayah tersebut kurang stabil. Pasokan masih terhambat sehingga tegangan listrik kerap drop seperti yang dirasakan Ade.
"Spaneng (spaning) aja kalau kita lagi pakai. Kalau lagi musim kemarau gini juga biasanya suka ga bagus tegangannya," papar Ade.
Karena listrik di Jampang Kulon sering drop, Ade yang sudah berjualan ikan selama 15 tahun tersebut harus membeli genset sebagai cadangan ketika pasokan listrik PLN mengalami gangguan. Penggunaan genset menjadi langkah antisipasi karena ikan yang tersimpan di cold storage harus tetap berada dalam kondisi beku. Namun, penggunaan genset membuat biaya operasional usaha menjadi lebih besar. Pasalnya, mesin tersebut membutuhkan bahan bakar solar.
"Kalau masalah kerugian kan saya ada genset, Pak, ya, untuk jaga-jaga. Jadi saya pakai genset sementara. Mahalan genset, soalnya kan pakainya solar," ujar Ade.
Menurutnya, listrik yang tidak stabil juga berisiko terhadap kualitas ikan. Dalam kondisi beku, ikan sebenarnya dapat disimpan selama berbulan-bulan, tetapi hal itu sangat bergantung pada kestabilan listrik yang mengoperasikan mesin pendingin.
"Kalau keadaan beku mungkin bisa tujuh bulan, enam bulan, kuat. Yang penting setrumnya bagus. Kalau setrumnya enggak bagus, jangankan lama, seminggu juga rusak," katanya.
Cold storage milik Ade memiliki tiga ruang penyimpanan dengan kapasitas total sekitar 70 ton. Keberadaan listrik yang lebih stabil pun diharapkan bisa memberi ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produksi.
"Kalau listrik makin baik, mudah-mudahan bisa nambah lagi produksi saya," kata Ade.
