Bandung, IDN Times – Kemacetan panjang yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, dalam dua hari terakhir akhirnya mendapat penjelasan dari Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut kepadatan lalu lintas yang dikeluhkan ribuan pengguna jalan itu bukan disebabkan oleh proyek Bus Rapid Transit (BRT) maupun rekayasa lalu lintas, melainkan karena keterlambatan pengerjaan proyek gorong-gorong akibat alat berat milik kontraktor mengalami kerusakan.
Menurut Farhan, pekerjaan yang seharusnya rampung pada Selasa dini hari tidak selesai sesuai target karena alat berat yang digunakan di lapangan mogok. Akibatnya, area pekerjaan masih belum bisa dibuka sepenuhnya dan memicu antrean kendaraan panjang di salah satu koridor lalu lintas tersibuk di Kota Bandung.
"Kesalahan dari pihak kontraktor karena alat beratnya mogok. Alat berat yang mogok yang harusnya selesai tadi pagi jam 4 pagi, itu enggak selesai. Jadi menimbulkan kemacetan yang luar biasa," kata Farhan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai penyebab kemacetan yang terjadi sejak awal pekan. Sebelumnya, sebagian warga mengaitkan kepadatan lalu lintas dengan proyek transportasi lain yang tengah berjalan di Kota Bandung.
