Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Proyek Gorong-gorong Bikin Soekarno-Hatta Macet, Banyak Warga Telat Kerja

Kota Bandung
2 min read
Proyek Gorong-gorong Bikin Soekarno-Hatta Macet, Banyak Warga Telat Kerja
Kemacetan parah lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Selasa Pagi diakibatkan proyek gorong-gorong. Dok.Istimewa

  • Proyek gorong-gorong di Jalan Ibrahim Adjie memicu kemacetan panjang di Jalan Soekarno-Hatta sejak pukul 05.30 WIB akibat alat berat menyempitkan ruas jalan.
  • Kepadatan membuat perjalanan pekerja dan pelajar terganggu; sejumlah kendaraan menuju Ciwastra sempat tak bergerak, bahkan beberapa kendaraan mogok karena terjebak macet.
  • Polisi mengatur arus dan mengalihkan sebagian kendaraan ke Jalan Jakarta, memprioritaskan pelajar serta pekerja; lalu lintas yang sempat padat merayap mulai berangsur mengalir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times – Ribuan pengendara yang melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, harus menghadapi kemacetan panjang pada Selasa (22/9/2026) pagi. Kepadatan lalu lintas terjadi sejak subuh hingga membuat sejumlah pekerja dan pelajar terlambat mencapai tujuan mereka.

Kemacetan dipicu proyek pembangunan gorong-gorong di kawasan Jalan Ibrahim Adjie yang menggunakan alat berat. Kehadiran alat berat menyebabkan penyempitan ruas jalan dan berdampak langsung terhadap arus kendaraan di salah satu koridor lalu lintas tersibuk di Kota Bandung tersebut.

Kapolsek Buahbatu Kompol Rezky Kurniawan mengatakan kepadatan mulai terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Menurutnya, petugas tidak mendapatkan informasi sebelumnya terkait mobilisasi alat berat yang masuk ke lokasi proyek.

"Tadi setengah 6, akibat galian gorong-gorong di Ibrahim Adjie, kita gak tahu mereka bawa alat berat, sampai macetnya full," kata Rezky.

  1. 1. Penyempitan jalan membuat antrean kendaraan mengular

    WhatsApp Image 2026-09-22 at 8.52.21 AM.jpeg
    Jalan Soekarno Hatta Bandung Macet akibat Proyek Gorong-gorong. IDN Times/Istiemwa

    Rezky menjelaskan alat berat yang digunakan dalam proyek gorong-gorong membuat sebagian badan jalan tidak bisa digunakan secara optimal. Akibatnya kapasitas jalan berkurang dan arus kendaraan tersendat sejak pagi.

    "Kita kena imbas untuk jalur, kita terus gatur, prioritaskan anak sekolah dan yang mau berangkat kerja," ujarnya.

    Kondisi kemacetan sempat terjadi cukup parah dengan kendaraan bergerak sangat lambat di sejumlah titik. Namun setelah dilakukan pengaturan lalu lintas oleh petugas, arus kendaraan mulai berangsur normal.

    "Tadi padat merayap, sekarang sudah mengalir," katanya.

  2. 2. Polisi alihkan kendaraan ke Jalan Jakarta

    WhatsApp Image 2026-09-22 at 10.43.52.jpeg
    Dok.Istimewa

    Untuk mengurai kepadatan, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian kendaraan dari Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Jakarta.

    Langkah tersebut dilakukan karena antrean kendaraan menuju kawasan Ciwastra sempat tidak bergerak dalam waktu cukup lama.

    "Tadi yang di Soekarno Hatta ke Ciwastra kan, karena tidak bergerak, ada yang ke Jalan Jakarta. Selain itu ada beberapa kendaraan mogok karena imbas macet," ujar Rezky.

    Polisi juga meminta pengendara mengikuti arahan petugas di lapangan serta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di sekitar area proyek.

  3. 3. Pengendara mengaku terlambat masuk kerja

    ilustrasi telat masuk kerja (Pexels.com/Andrea Piacquadio)
    ilustrasi telat masuk kerja (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Kemacetan yang terjadi pada jam sibuk pagi hari berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Salah seorang pengendara, Setia, mengaku membutuhkan waktu hampir satu jam hanya untuk melintasi ruas Jalan Soekarno-Hatta menuju kawasan Buahbatu.

    Akibat kemacetan tersebut, ia mengaku terlambat tiba di kantor.

    "Gila sampai kantor jam sembilan lebih. Parah banget macetnya," kata Setia.

    Kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta menjadi pengingat bahwa pengerjaan proyek infrastruktur di koridor utama kota membutuhkan koordinasi yang matang, terutama terkait mobilisasi alat berat, agar tidak menimbulkan gangguan besar terhadap mobilitas warga pada jam-jam puncak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More