Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Jabar Imbau Warga Tunda Umrah
Ilustrasi perang Iran Israel (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Kemenhaj Jawa Barat masih menunggu data resmi dari pusat terkait jumlah jemaah asal Jabar yang terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah.
  • Pemerintah mengimbau calon jemaah umrah menunda keberangkatan hingga situasi keamanan di kawasan tersebut kembali kondusif.
  • Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, diminta tetap tenang dan memantau jadwal kepulangan karena penerbangan masih berjalan normal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
beberapa hari kemarin

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah meningkat, menyebabkan sejumlah jemaah asal Jawa Barat tertahan di Jeddah.

2 Maret 2026

Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyatakan pihaknya masih menunggu data resmi dari pemerintah pusat terkait jemaah terdampak dan mengimbau penundaan keberangkatan umrah.

kini

Kemenhaj Jabar terus berupaya memperoleh data resmi, sementara maskapai seperti Saudi Airlines masih beroperasi normal untuk penerbangan kepulangan ke Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat mengimbau warga menunda keberangkatan umrah akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
  • Who?
    Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, bersama jajarannya serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan jemaah asal Jawa Barat.
  • Where?
    Imbauan disampaikan dari Bandung, sementara situasi berdampak pada jemaah yang berada di Arab Saudi, khususnya di Jeddah.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 2 Maret 2026, setelah beberapa hari terjadi peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan jemaah dan menunggu kondisi keamanan di Timur Tengah kembali kondusif sebelum keberangkatan dilanjutkan.
  • How?
    Kemenhaj Jabar berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait untuk pendataan jemaah terdampak serta meminta PPIU terus berkomunikasi dengan otoritas haji di Jeddah dan KJRI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Haji dam Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat belum mengetahui berapa jemaah asal Jabar yang saat ini tengah tertahan di Jeddah, menyusul meningkatnya dinamika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah sejak beberapa hari kemarin.

Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengatakan lembaganya masih menunggu data resmi dari pemerintah pusat. Berbagai langkah untuk mendapatkan data tersebut kini terus diupayakan kepada lembaga-lembaga terkait lainnya.

"Belum, masih diminta ke pusat, tapi belum ada balasan. Kami juga belum bisa mengakses Siskopatuh," ujar Boy saat dikonfirmasi, dikutip Senin (2/3/2026).

1. Masyarakat diminta tidak buru-buru berangkat umrah dalam kondisi seperti ini

Ilustrasi perang Iran Israel (IDN Times/Aditya Pratama)

Boy menjelaskan, hingga saat ini data detail jemaah yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh pusat, termasuk rekapitulasi data riil dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Dia meminta agar jemaah ikut imbauan atau arahan dari pemerintah pusat.

Pertama, bagi jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, diminta untuk menunda keberangkatan hingga situasi dan kondisi di Timur Tengah kembali kondusif.

"Kami mengimbau jemaah yang akan berangkat agar menunda dulu sampai kondisi memungkinkan," katanya.

2. Kepulangan terpantau masih tersedia

Perang Iran-Israel (Dok. Fortune.com)

Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, Boy menyarankan untuk tetap tenang dan secara berkala mengecek jadwal kepulangan. Dia memastikan, hingga kini maskapai, khususnya Saudi Airlines, masih beroperasi sesuai jadwal untuk penerbangan dari Arab Saudi menuju Tanah Air.

"Untuk penerbangan kepulangan, sejauh ini masih berjalan sesuai jadwal," ucapnya.

Kemudian, PPIU diminta terus berkoordinasi dengan otoritas teknis urusan haji di Jeddah serta KJRI guna mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan situasi di Arab Saudi.

3. Kemenhaj Jabar masih melakukan pendataan

ilustrasi potret Perang Iran-Irak (commons.wikimedia.org/Unknown author)

Mengenai soal berapa jumlah jemaah umrah asal Jawa Barat yang keberangkatannya harus ditunda, Boy kembali menegaskan bahwa ia belum menerima data final.

"Belum ada. Kami masih menunggu konfirmasi data dari pusat karena pusat juga masih mendata data riil jemaah dari PPIU," ujarnya.

Kemenhaj Jabar, lanjut Boy, akan segera menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat setelah data resmi diterima dari pemerintah pusat. Di tengah situasi yang berkembang, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Editorial Team