Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dugaan Fraud Riset Alumni ITB Gegerkan Medsos, Dekan FMIPA Merespons
STEI ITB (itb.ac.id)
  • Alumni ITB bernama Prihantini diduga memalsukan riset saat presentasi di konferensi internasional ISPPD di Kopenhagen, Denmark, hingga memicu kehebohan di media sosial.
  • Dekan FMIPA ITB membenarkan bahwa Prihantini adalah lulusan Magister 2022 dan menegaskan materi yang ia presentasikan tidak terkait dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB.
  • ITB menyatakan menghormati proses hukum jika dugaan pemalsuan terbukti serta menegaskan komitmen memperkuat budaya riset yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2020

Prihantini tercatat sebagai mahasiswa program Magister FMIPA ITB angkatan 2020.

2022

Prihantini lulus dari program Magister FMIPA ITB dengan tesis berjudul 'Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring'.

Kamis (28/5/2026)

Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, mengonfirmasi bahwa Prihantini adalah alumni ITB dan menyampaikan keprihatinan atas dugaan pemalsuan riset yang dilakukan dalam konferensi ISPPD di Kopenhagen, Denmark.

kini

Kasus dugaan fraud riset oleh alumni ITB masih menjadi sorotan publik dan perbincangan di media sosial.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dugaan pemalsuan riset oleh alumni ITB, Prihantini, dalam presentasi di konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark, memicu perhatian publik dan reaksi dari pihak kampus.
  • Who?
    Prihantini, alumni Magister FMIPA ITB angkatan 2020; Dekan FMIPA ITB Aep Patah; serta dua peneliti Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat yang mengungkap dugaan kejanggalan.
  • Where?
    Kejadian utama berlangsung di Kopenhagen, Denmark, saat konferensi ISPPD. Reaksi dan klarifikasi disampaikan dari Bandung oleh pihak Institut Teknologi Bandung (ITB).
  • When?
    Dugaan pemalsuan mencuat pada akhir Mei 2026 setelah konferensi internasional berlangsung. Pernyataan resmi dari Dekan FMIPA ITB diterima pada Kamis, 28 Mei 2026.
  • Why?
    Dugaan muncul karena adanya kejanggalan dalam materi presentasi seperti penggunaan AI dan nama lembaga penelitian yang diduga palsu. Motif diduga terkait upaya memperoleh dana hibah perjalanan.
  • How?
    Dua peneliti menemukan indikasi manipulasi data dalam presentasi Prihantini. Setelah itu, informasi menyebar luas di media sosial hingga mendorong pernyataan resmi dari pihak ITB mengenai sikap dan komitmen akademik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kakak namanya Prihantini, dia dulu kuliah di ITB dan sekarang dituduh bohong waktu nunjukin hasil riset di acara besar di Denmark. Banyak orang di internet kaget dan ngomongin itu. Dekan ITB bilang sedih dan akan hormati kalau ada hukum yang jalan. Sekarang semua masih diselidiki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tanggapan cepat ITB terhadap dugaan pemalsuan riset menunjukkan komitmen kuat institusi tersebut terhadap integritas akademik. Dengan menegaskan bahwa materi yang dipermasalahkan tidak terkait dengan kegiatan akademik kampus dan menyatakan dukungan pada proses hukum, ITB memperlihatkan transparansi serta tanggung jawab moral dalam menjaga kepercayaan publik terhadap dunia penelitian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan ulah alumni ITB sekaligus peneliti Indonesia, Prihantini yang diduga memalsukan riset saat presentasi di International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) yang diadakan di Kopenhagen, Denmark.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Aep Patah pun membenarkan bahwa Prihantini merupakan alumni dari Kampus Ganesha. Dia pun turut menyayangkan hal tersebut.

"ITB menyampaikan keprihatinan atas sorotan dan perbincangan publik terhadap tindakan Prihantini yang diduga melakukan fraud atau manipulasi riset dalam sebuah konferensi internasional," kata dia melalui keterangan yang diterima pada Kamis (28/5/2026).

1. Pastikan tidak berkaitan dengan ITB

Sumber Gambar: blog.itb.ac.id

Prihantini merupakan alumni program Magister FMIPA ITB angkatan 2020 dan telah lulus pada tahun 2022. Ketika menempuh program Magister di ITB, Prihantini membuat tesis berjudul 'Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring'.

"Materi yang dipresentasikan yang bersangkutan dalam konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB," ucap dia.

2. ITB dukung proses hukum

Palu Hakim

ITB menilai tindakan yang dilakukan oleh Prihantini mempunyai konsekuensi hukum jika terbukti melakukan pemalsuan. Jika dilakukan proses hukum atas tindakan Prihantini, ITB akan menghormatinya.

"Jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud," ucap dia.

"ITB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab," ujarnya.

3. Prihantini diduga palsukan riset untuk travel grant

ilustrasi pasangan traveling (pexels.com/Vanessa Garcia)

Untuk diketahui, dugaan pemalsuan riset itu mencuat usai diungkap dua peneliti yakni Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat.

Mereka menilai ada beberapa kejanggalan dalam materi presentasi yang disampaikan dalam konferensi tersebut seperti penggunaan artificial intelligence (AI) hingga penggunaan nama lembaga AI-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation yang diduga palsu.

Diduga, Prihantini dan Rifaldy ikut dalam konferensi internasional hanya untuk mendapatkan dana hibah yakni travel grant dan 'pelesiran' ke luar negeri.

Editorial Team

Related Article