Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat merespons sorotan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Jabar. Pemprov mengklaim angka kasus tersebut tercatat mengalami penurunan di 2025.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, Siska Gerfianti mengungkapkan, berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, terdapat 646 kasus kematian ibu atau 88,78 per 100.000 kelahiran hidup.
"Angka tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 749 kasus. Penyebab kematian ibu antara lain didominasi oleh komplikasi non-obstetrik, hipertensi dalam kehamilan, persalinan dan nifas, serta perdarahan obstetrik," ujar Siska saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
