Bandung, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan ada keuntungan dalam pengajuan status darurat sampah ke Pemprov Jabar menyusul terjadinya lonjakan volume sampah yang dipicu berbagai macam faktor.
Penumpukan sampah di Kota Bandung saat ini dipicu akibat kuota pembuangan ke TPA Sarimukti dibatasi dan adanya momen libur panjang pekan lalu yang memicu volume sampah mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data DLH Kota Bandung saat ini ada 1.600 hingga 2.800 ton sampah yang harus diangkut dari lima TPS yakni TPS Ciwastra TPS Batununggal, TPS Kopo elok, TPS Dago Elos, dan TPS Bebakan Siliwangi. Semua sampah itu ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.
"Situasi darurat dengan situasi normal itu berbeda dari sisi administrasi pemerintahan ya, ke sana sebetulnya arahnya," ujar Kepala DLH Kota Bandung, Darto, Jumat (5/6/2026).
