Dishub Jabar Akui Masih Ada Angkot Beroperasi Saat Libur Nataru 2026

Bandung, IDN Times - Penerapan pemberian kompensasi terhadap sopir angkot di Puncak Bogor dan Bandung Raya untuk tidak beroperasi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 lalu berjalan lancar. Namun, berdasarkan hasil evaluasi ada beberapa angkot yang tetap membandel beroperasi.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat Diding Abidin mengungkapkan, para sopir angkot yang tetap beroperasi ini telah menjadi catatan khusus. Pemprov Jabar dikabarkan sudah meminta pemerintah setempat untuk memperbaiki hal tersebut.
"Alhamdulillah, saya kira mereka patuh pada imbauan, setop untuk tidak beroperasi. Walaupun saya kira ada juga satu-dua yang masih nakal. Tapi kita sudah minta ke Dishub kabupaten/kota untuk bisa menindak, menegur," ujar Diding saat dihubungi, Sabtu (3/1/2026).
1. Ada selain sopir angkot terima kompensasi

Selain soal masih adanya oknum sopir angkot yang membandel, catatan lainnya kata dia adalah mengenai data. Dishub Jabar menekankan agar Dishub kabupaten/kota dapat melakukan pendataan secara benar.
"Kami memercayakan ke orang lapangan. Yang terpenting ini dari Organda, dari koperasinya. Ini yang harus betul-betul mendata benar. Karena kan ada informasi, katanya ada juga yang selain sopir (menerima kompensasi). Itu yang perlu diklarifikasi juga," ucapnya.
2. Kompensasi sejatinya diberikan pada sopir angkot di wilayah Bandung Raya dan Bogor

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Jabar memberikan kompensasi kepada sopir angkot, sopir cadangan dan pemilik angkot kawasan Puncak, baik dari Kabupaten Bogor maupun Cianjur untuk berhenti beroperasi selama momen Natal 24-25 Desember 2025 dan Tahun Baru di 30-31 Desember 2025.
Termasuk delman dan becak di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Kuningan dan Kabupaten Cirebon.
Total ada 4.711 orang yang mendapatkan kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari, sehingga total untuk tidak beroperasi selama empat hari yakni Rp800 ribu selama momen libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Total, Rp3.768.800.000 yang dikucurkan Pemprov melalui Dishub Jabar, untuk kompensasi bagi pengemudi angkot, delman dan becak di sejumlah wilayah tersebut.
3. Masih banyak angkot beroperasi saat libur Nataru di Bandung

Sementara pada 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026 angkot di Kota Bandung tetap mengangkut penumpang termasuk di kawasan pusat Kota Bandung seperti Alun-alun atau daerah Dago.
Dari pantauan IDN Times, jalanan di pusat kota memang tidak begitu macet tanpa adanya angkot yang berhenti menaikkan atau menurunkan penumpang. Hanya ada beberapa angkot saja yang tak libur seperti jurusan Cadas-Elang, Riung Bandung-Dago, dan Kelapa-Dago. Jumlah angkot itu pun tidak banyak bisa dihitung jari.
Sementara itu, di Terminal Cicaheum terlihat puluhan angkot terparkir dan tidak beroperasi. Angkot berbagai jurusan terlihat menutup pintunya, dan tidak ada masyarakat yang menunggu angkot beroperasi.
Salah satu supir angkot Cicaheum-Cileunyi yang masih beroperasi, Yaya, menuturukan bahwa dia dan beberapa sopir lain masih menarik penumpang karena memang tidak ada arahan dari pemilik untuk berhenti. Sejumlah data yang diminta oleh dinas perhubungan sudah diberikan tapi tidak ada kejelasan uangnya masuk atau tidak.
"Saya kurang tahu karena tidak ada arahan untuk libur, jadi tetap narik," ujar Yaya, Rabu (31/12/2025).













