Bandung, IDN Times - Budaya mancing bukan hanya sekedar menjadi hobi. Bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, budaya ini telah melekat dan menjadi salah satu aktifitas mata pencaharian yang tidak hanya dimonopoli oleh nelayan.
Budaya mancing juga mempunyai nilai kehidupan bagi masyarakat Jawa Barat, selain secara turun temurun mengajarkan cara menangkap ikan, juga menjaga dan turut melestarikan kearifan lokal berdaya tarik ekonomi kreatif.
Manager Marketing VIP Voucher Teguh Isra Santosa mengatakan, mancing sudah menjadi salah satu kegiatan fisik atau olah raga dalam perkembangannya.
"Aktifitas mancing sudah bukan lagi menjadi sebuah hobi, tapi sudah memasyarakat hingga bernilai ekonomi kreatif dari aktifitas fisiknya," ujar Teguh.
Menurut dia, mancing sudah menjadi cipta, rasa dan karsa manusia sehingga membuahkan karya seperti peralatan menangkap ikan seperti alat pancing, kail, jebakan ikan, jaring, bubu (perangkap ikan), hingga membuat baju seragam untuk komunitas mancing.
"Perkembangan jaman mendorong aktifitas budaya mancing menjadi potensi ekonomi kreatif sehingga mendukung sektor pariwisata menggeliat kembali. Dengan banyaknya komunitas dan spot-spot mancing diwilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung Barat yang saat ini juga spot Kampung Babakan, Desa Cililin diperhitungkan juga oleh penikmat mancing," jelas Teguh.
