Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Selama menjadi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey mengungkapkan, ia hanya fokus terhadap birokrasi serta beberapa inovasi lainnya. Adapun untuk urusan politik praktis, dia menegaskan sama sekali tidak ada keterlibatan.
"Berpikirnya hanya masalah ketahanan pangan, sekarang pendidikan, SDM seperti apa, itu saja. Yang penting Jawa Barat lebih maju pada hari ini. Jadi saya tidak akan maju (di pilkada). Sudahlah. Saya cukup sampai pilkada, dan ada gubernur definitif," kata dia.
Meski begitu, nama Bey sendiri sebelumnya muncul dalam film dokumenter Dirty Vote yang diunggah di akun Yutube Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Indonesia.
Film berdurasi satu jam lebih ini menduga ada maksud lain dari Presiden Joko "Jokowi" Widodo melantik beberapa orang terdekatnya menjadi Pj Gubernur. Beberapa nama yang muncul ada Bey Machmudin, Heru Budi Hartono, Nana Sudjana.
Bey dilantik menggantikan Ridwan Kamil pada 5 September 2023. Dia sendiri membantah tudingan tidak netral dalam Pilpres 2024.
"Kami selaku ASN TNI Polri tidak mungkin berkomentar karena kami netral. Terkait saya ada di situ memang betul saya dari presiden, tapi saya netral sejak awal dan tidak pernah berpihak," kata dia ketika ditemui di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (12/2/2024).
Bey kemudian meminta pihak yang menudingnya itu untuk membuktikan kebenaran dirinya berpihak dan campur tangan untuk memenangkan salah satu pasangan calon di Pemilu 2024.
"Silakan lihat teman-teman kapan saya berpihak, saya netral dari awal. Saya netral dari awal, silakan tunjukkan kalau saya tidak netral," kata dia.