Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beras Premium dengan Harga Terjangkau Makin Langka di Pasar Swalayan
Beras Premium dengan Harga Terjangkau Makin Langka di Pasar Swalayan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Beras premium dengan harga terjangkau makin langka di berbagai swalayan Bandung, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi dan stok cepat habis.
  • Harga acuan pemerintah untuk beras premium Rp14.900 per kg, sedangkan Bulog Jabar mencatat stok mencapai 750 ribu ton guna menjaga stabilitas pasokan.
  • Pemerintah melalui Bulog mempercepat distribusi beras SPHP dan bantuan pangan agar harga tetap stabil, dengan total stok nasional sekitar 5,3 juta ton.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Beras dengan kualitas premium yang selama ini mudah didapatkan di pasar swalayan sekarang makin sulit didapat. Stok yang dimiliki terbatas sedangkan permintaan dari masyarakat tidak menurun.

Pantauan IDN Times Sabtu (6/6/2026), kondisi ini terjadi di banyak swalayan baik yang besar (supermarket) maupun yang kecil (minimarket). Di Borma Arcamanik Bandung misalnya, stok beras di rak terlihat kosong. Bahkan ada tulisan bahwa beras sudah habis dan hanya menyisakan ketan saja.

"Berasnya habis mungkin baru ada lagi senin stok baru, tapi itu juga tidak banyak," kata salah seorang penjaga swalayan Borma yang enggan disebut namanya.

Kondisi serupa juga terjadi di swalayan Griya Arcamanik beberapa waktu lalu, beras ukuran lima kilogram (kg) dengan harga sekitar Rp75 ribu sudah ludes terjual. Sedangkan beras dengan harga di atas Rp80 ribu stoknya tidak banyak.

Sementara di beberapa minimarket di kawasan Pasir Jati, Bandung, stok beras premium yang murah juga sudah sulit didapat. Dari belasan swalayan kecil yang ada hanya satu swalayan kecil yang punya stok beras premium murah.

1. Sudah terjadi cukup lama

Beras premium yang murah sulit didapat masyarakat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Triastuti, seorang ibu rumah tangga, menyayangkan sulitnya mencari beras premium dengan harga terjangkau di swalayan. Padahal biasanya dia dengan mudah membeli beras tersebut dan stoknya tidak pernah habis.

"Sekarang yang dijual beras yang SPHP itu, tapi kalau saya sih kurang cocok," kata Triastuti, Minggu (7/6/2026).

Dia sempat berkeliling ke sejumlah swalayan besar dan kecil, hasilnya sama saja stok beras sangat terbatas dan tidak ada yang murah. Alhasil dia memilih membeli beras di toko kelontongan yang harganya masih ada Rp15 ribu per kg.

2. Beras Premium harusnya Rp14.900 per kg

Beras premium yang murah sulit didapat masyarakat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara dari laman dkppsrikaya.bandung.go.id yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, tercatat harga beras premium dalam sepekan ke belakang sesuai harga acuan pemerintah adalah Rp14.900 per kg. Untuk beras medium sendiri sesuai harga pemerintah di angka Rp13.500 per kg.

Dalam pemenuhan beras, Bulog Jabar mengklaim bahwa mereka sudah mampu melakukan penyerapan gabah agar stok beras bagi masyasrakat aman. realisasi pengadaan beras di Jawa Barat sepanjang 2026 sudah menyentuh angka 370 ribu ton atau sekitar 53,29 persen dari target tahunan. Angka ini diperkirakan terus bertambah seiring masuknya musim panen raya bulan kemarin.

Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo menuturkan, stok beras di wilayahnya kini telah mencapai 750 ribu ton per April 2026. Cadangan beras yang besar membuat Bulog tak hanya berperan sebagai penyimpan stok, tapi juga sebagai stabilisator harga dan penggerak ekosistem pangan. Stok ini digunakan untuk meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, hingga mendukung program bantuan pangan pemerintah.

"Dengan kontribusi besar dari Jawa Barat, optimisme menuju swasembada dan kedaulatan pangan nasional pun semakin kuat. Kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan Bulog diharapkan terus terjaga agar capaian ini bisa berkelanjutan," kata Nurman.

3. Pemerintah siapkan instrumen antisipasi dinamika harga beras

Beras premium yang murah sulit didapat masyarakat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Perum Bulog memastikan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan dipercepat guna menjaga stabilitas harga beras dan keterjangkauan bagi masyarakat.

"Bulog memperkuat langkah stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran bantuan pangan beras serta penggelontoran beras SPHP ke berbagai wilayah," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dia menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras di sejumlah daerah. Salah satu langkah utama yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP ke sejumlah pasar rakyat.

Hingga awal Juni 2026, tambah Rizal, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah itu sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.

Editorial Team

Related Article