ilustrasi sekolah rusak (pexels.com/Khaled Akacha)
Selain persoalan lingkungan, Dedi menyoroti sektor pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bekasi. Ia menyebut masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan. Sementara pelayanan puskesmas juga dinilai belum optimal.
"Yang kedua, Bekasi itu kelemahannya adalah pendidikannya, sekolahnya banyak yang rusak. Layanan puskesmasnya kurang optimal," kata Dedi.
Karena itu, ia meminta anggaran puskesmas diberikan secara cukup. Rumah sakit juga harus ditata dan sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten harus diperbaiki.
"Yang menjadi kewajiban pemerintah kabupaten, SD dan SMP, serta TK, itu harus," ujarnya.
Dedi menilai persoalan tersebut sebenarnya dapat segera ditangani karena Kabupaten Bekasi memiliki anggaran yang besar. Namun, ia justru menyoroti masih adanya sisa anggaran atau SILPA yang mencapai Rp1 triliun hingga Rp2 triliun setiap tahun.
"Dan itu berbanding ironinya adalah duitnya selalu nyisa. Jadi satu tahun itu rata-rata silvanya itu 1 sampai 2 triliun," katanya.
Menurut Dedi, kondisi tersebut menjadi ironi karena masih banyak infrastruktur yang harus dibangun, sementara anggaran yang tersedia tidak terserap secara maksimal.
"Nah ini yang saya tekankan enggak boleh lagi ada silva. Sekarang mungkin enggak bisa karena sudah mepet. Sekarang aja dia masih 1 triliun," ujarnya.
Dedi mengatakan anggaran dalam RAPBD perubahan Kabupaten Bekasi sudah mengalami peningkatan. Anggaran infrastrukturnya kini disebut lebih dari 7 persen.
"Sudah ada perubahan dan saya selalu memonitor perubahannya dan melakukan langkah-langkah penanganan secara cepat," katanya.
Dedi juga mengingatkan Asep agar tidak takut menghadapi tekanan dalam menjalankan pemerintahan. Ia tak ingin ada lagi kepala daerah di Jawa Barat yang terjerat kasus korupsi.
"Ya, kan gini, tahulah kalau di daerah itu kan seringkali orang membagi kegiatan-kegiatan proyek pemerintah itu karena tekanan," kata Dedi.
Ia meminta Asep menjalankan pemerintahan berdasarkan aturan dan mengutamakan efisiensi serta kualitas.