Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
88 Tenant Legendaris Bandung Ramaikan Festival Kuliner di Sumaba
88 Tenant Legendaris Bandung Ramaikan Festival Kuliner di Sumaba. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Festival Kuliner Bandung Vol. 3 berlangsung di Area Parkir Barat Summarecon Mall Bandung pada 25 Agustus-27 September 2026, mengusung tema Bandung Tempo Doeloe.
  • Sebanyak 88 tenant dan enam food truck menyajikan kuliner ikonik Bandung, termasuk Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Mie Kocok Kebon Jukut, serta Kartika Sari.
  • Festival menghadirkan dekorasi ikon kota, wahana pasar malam, musik, seni, atraksi balon udara, serta akses shuttle gratis dari Stasiun Whoosh dan diskon 20 persen bagi pengguna Whoosh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Festival makanan Bandung ada di parkir Summarecon Mall Bandung sampai 27 September 2026. Ada 88 tempat makan dan enam truk makanan. Orang bisa makan perkedel, kupat tahu, surabi, dan cendol. Ada juga permainan pasar malam, musik, seni Sunda, dan balon udara. Tempatnya dihias seperti Bandung zaman dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Festival Kuliner Bandung Vol. 3 menghadirkan ruang yang praktis sekaligus meriah bagi pengunjung untuk menikmati ragam kuliner ikonik dalam satu kawasan. Perpaduan 88 tenant, dekorasi bernuansa Bandung tempo dulu, wahana keluarga, dan pertunjukan seni membuat pengalaman kuliner berkembang menjadi kesempatan bernostalgia dan menikmati hiburan bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Ingin mencicipi kuliner legendaris Bandung, tetapi malas berpindah-pindah tempat? Festival Kuliner Bandung (FKB) Vol. 3 bisa menjadi pilihan. Beragam makanan dan minuman ikonik Kota Bandung dikumpulkan dalam satu kawasan, sehingga pengunjung bisa berburu kuliner sekaligus menikmati suasana Bandung tempo dulu.

Digelar di Area Parkir Barat Summarecon Mall Bandung (SUMMABA) pada 25 Agustus hingga 27 September 2026, FKB Vol. 3 mengusung tema "Bandung Tempo Doeloe". Tak cuma kuliner, festival ini juga menghadirkan wahana pasar malam, pertunjukan musik, seni tradisional hingga atraksi balon udara.

"Festival Kuliner Bandung hadir menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menikmati wisata kuliner Bandung dalam satu destinasi," ujar Center Director Summarecon Mall Bandung, Juni Hadi Hasan, Jumat (28/8/2026).

1. Buka sampai malam hari

88 Tenant Legendaris Bandung Ramaikan Festival Kuliner di Sumaba. IDN Times/Debbie Sutrisno

FKB Vol. 3 menghadirkan 88 tenant kuliner dan enam food truck. Sejumlah nama yang sudah akrab di telinga warga Bandung ikut meramaikan festival, seperti Warung Nasi Ampera, Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Mie Kocok Kebon Jukut H. Endan, Surabi Cihapit, Awug Metro hingga Cendol Elizabeth.

Ada pula Es Campur Pak Oyen Legend Bandung, Cuankie Sambal Bejo 89, Batagor H. Isan dan Baso Ciwang Mang Ono.

Menariknya, sejumlah kuliner yang selama ini punya jam operasional terbatas bisa lebih mudah dijangkau pengunjung melalui festival ini. Perkedel Bondon dan Kupat Tahu Gempol, misalnya, dikenal sebagai kuliner yang identik dengan jam buka tertentu.

Untuk pertama kalinya, Kartika Sari juga ikut menjadi bagian dari FKB. Ikon oleh-oleh khas Bandung tersebut melengkapi pengalaman pengunjung yang ingin membawa pulang buah tangan.

Seluruh tenant beroperasi setiap hari. Senin hingga Kamis buka pukul 15.00-22.00 WIB, Jumat dan Sabtu pukul 11.00-23.00 WIB, sedangkan Minggu dan hari libur nasional pukul 11.00-22.00 WIB. Khusus Minggu, 6 September 2026, tenant akan buka lebih pagi, mulai pukul 06.00-22.00 WIB, bertepatan dengan Festival Balon Wonosobo.

2. Nikmati suasana Bandung tempo dulu

Festival kuliner di Sumaba. IDN Times/Debbie Sutrisno

Konsep FKB Vol. 3 dibuat agar pengunjung tak sekadar datang untuk makan. Area festival dihias dengan berbagai bangunan ikonik Bandung yang dikemas dalam nuansa tempo dulu.

Panggung utama dibuat menyerupai Gedung Merdeka, sementara gerbang masuk mengadaptasi bentuk Gedung Sate. Pengunjung juga bisa menemukan replika sejumlah jalan ikonik, seperti Jalan Cihapit, Cibadak, Braga, Asia Afrika dan Cihampelas.

Jalan Cihampelas bahkan diberi sentuhan figur superhero, lengkap dengan ikon Tugu Maung yang menjadi bagian dari dekorasi festival.

Keseruan berlanjut ke Wahana Karnaval Tempo Doeloe. Pengunjung bisa mencoba Tagada, Kereta Mini, Istana Balon, Bianglala, Kora Kora, Carousel hingga Ombak Banyu. Panggung hiburan juga diisi sejumlah musisi dan pertunjukan. Rizky Febian tampil pada 25 Agustus, disusul Perunggu pada 10 September 2026.

Ada pula pertunjukan seni Sunda, Wayang Bobodoran by Bathara Sena dan spectacular fireworks.Salah satu agenda yang paling spesial yakni 50th Anniversary Tribute Nike Ardilla pada 5 September 2026. Acara tersebut akan menghadirkan lebih dari 50 artis untuk mengenang karya-karya sang legenda musik asal Bandung.

Festival ini juga diramaikan Ankoku Sowa Festival, atraksi Barongsai Tonggak by Liong Qing serta FKB Carnival Costume Competition yang dipersembahkan Asosiasi Karnaval Indonesia.

3. Bisa jadi pilihan liburan bareng keluarga

88 Tenant Legendaris Bandung Ramaikan Festival Kuliner di Sumaba. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain menawarkan kuliner dan hiburan, FKB Vol. 3 menyasar pengunjung dari luar Kota Bandung. Lokasinya berada di kawasan Summarecon Bandung yang terhubung dengan akses Tol Padaleunyi KM 149 Gedebage.

Pengunjung yang datang menggunakan Kereta Cepat Whoosh juga bisa memanfaatkan fasilitas free shuttle dari Stasiun Whoosh menuju Summarecon Mall Bandung. Tak hanya itu, pengguna Kereta Cepat Whoosh yang berkunjung ke FKB berkesempatan memperoleh potongan harga 20 persen.

"Dengan konsep tersebut, festival ini bisa menjadi alternatif agenda akhir pekan bagi keluarga maupun wisatawan yang ingin menjajal banyak kuliner Bandung tanpa harus berkeliling kota," kata Judi.

Pengunjung cukup datang ke satu lokasi untuk berburu makanan legendaris, bermain wahana, menikmati pertunjukan musik sekaligus bernostalgia lewat suasana Bandung tempo dulu.

Editorial Team

Related Article