Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Hari Terendam, Warga Sapan Kabupaten Bandung Pasrah
Banjir melanda kawasan Sapan, Kabupaten Bandung sejak akhir pekan kemarin. Hingga Rabu (15/4/2026) warga masih sulit beraktivitas. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Banjir akibat luapan Sungai Cikeruh di Desa Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung belum surut selama lima hari dan menghambat aktivitas warga serta kendaraan.
  • Warga menyebut banjir kali ini paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya, bahkan air sudah masuk ke rumah dan membuat mereka berharap solusi nyata dari pemerintah.
  • Akses jalan utama seperti Cijapati hingga SPBU Ciluluk terendam, memaksa warga mencari jalur alternatif karena banyak kendaraan terutama motor mogok akibat genangan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Banjir akibat luapan Sungai Cikeruh yang menerjang ruas Jalan Raya Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, sejak Sabtu (11/4/2026) belum juga surut hingga Rabu(15/4/2026). Sejak saat itu banjir belum juga surut membuat aktivitas masyarakat tersendat.

Alhasil, warga harus rela menerjang ruas jalan dengan panjang sekitar empat kilometer. Kendaraan roda dua hingga roda empat pun kesulitan menebus banjir. Kondisi tersebut membuat para buruh pabrik terlihat naik ke mobil bak terbuka ketika menerjang banjir.

Sebagian besar warga memutuskan untuk berjalan kaki karena khawatir kendaraannya bermasalah. Terlihat pula, beberapa titik banjir bahkan dijadikan wahana bermain oleh anak-anak. Mereka berlarian sambil sesekali menceburkan diri ke air yang menggenang.

1. Banjir menjadi bencana tahunan

Banjir melanda kawasan Sapan, Kabupaten Bandung sejak akhir pekan kemarin. Hingga Rabu (15/4/2026) warga masih sulit beraktivitas. IDN Times/Debbie Sutrisno

Salah seorang warga, Yuyun (35), mengaku sudah berjalan sejauh lebih dari 1 kilometer menerjang banjir demi berangkat ke pabrik tempatnya bekerja.

"Dari rumah mau ke berangkat kerja," kata dia saat ditemui pada Rabu (15/4/2026).

Yuyun menyebut, banjir bahkan masuk ke dalam rumahnya. Dia sangat berharap segera ada solusi konkret dari pemerintah agar banjir tak terus menerjang tiap hujan lebat melanda di kawasan ini

"Solusinya ya, semoga enggak banjir begini terus ya. Enggak begini terus lah. Soalnya capek juga kalau bolak-balik terus begini," ujar dia.

2. Lebih parah dari tahun lalu

Banjir melanda kawasan Sapan, Kabupaten Bandung sejak akhir pekan kemarin. Hingga Rabu (15/4/2026) warga masih sulit beraktivitas. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, salah seorang pekerja pabrik lainnya, Siregar (30), menyebut banjir yang menerjang kali ini merupakan yang paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, hanya dalam kurun waktu satu hari saja, banjir sudah kembali surut.

"Sering banjir tapi tidak separah ini, biasanya banjir tapi besoknya juga sudah surut," kata dia.

3. Warga harus putar cari jalan alternatif

Akses Jalan Cijapati Bandung Sudah Tiga Hari Terendam Banjir. Dok Istimewa

Selain itu, akses di Jalan Cijapati, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung terendam banjir. Alhasil jalur menuju perbatasan Bandung-Garut via Cijapati-Kadungora tersebut masih lumpuh. Akses jalan bisa dilintasi kendaraan roda empat, sementara untuk motor yang mencoba melintas masih banyak yang mogok.

Genangan banjir di titik itu mencapai lutut orang dewasa. Genangan banjir masih tinggi dan khusus sepeda motor lebih baik menghindari jalan tersebut. Disarankan yang memiliki tujuan ke Cijapati baik dari arah Majalaya atau Cicalengka untuk gunakan jalur alternatif.

Dari arah Majalaya, Anda bisa gunakan jalur alternatif via Cigentur-Cikancung dan akan keluar setelah Polsek Cikancung. Dari arah Cicalengka, Anda bisa gunakan jalur alternativ via Tanjunglaya-Cikancung dan akan keluar sebelum Polsek Cikancung.

Sementara itu, untuk genangan banjir di depan SPBU Cililuk bisa dilintasi semua jenis kendaraan baik kendaraan roda dua atau empat. Ada motor yang mogok, biasanya motor gigi yang memiliki busi di luar sehingga saat terendam banjir mesin mati.

Selain itu, SPBU Ciluluk juga saat ini masih bekul dapat beroperasi karena tergenang banjir dan genangannya masih cukup tinggi.

Banyak faktor penyebab banjir di jalan ini, drainase yang buruk dan aliran sungai menyempit tidak sebanding dengan pembangunan yang terjadi di wilayah tersebut.

Editorial Team