Bandung, IDN Times - Sebanyak 10 unit bus milik Perum DAMRI yang sudah tidak beroperasi hangus terbakar akibat rembetan api dari permukiman warga di sekitar area penyimpanan armada DAMRI Kota Bandung, Minggu, (8/11/2026). Peristiwa kebakaran yang disertai dua kali suara ledakan tersebut diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah maupun bengkel milik warga yang berbatasan langsung dengan lokasi parkir bangkai bus.
Petugas Logistik DAMRI Kota Bandung, Indra, mengatakan bahwa insiden kebakaran tersebut pertama kali diketahui terjadi pada sore hari. Menurut dia, kobaran api muncul dari arah bangunan warga sebelum akhirnya menjalar dengan cepat ke deretan armada bus yang terparkir di bagian belakang.
"Kejadiannya sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB. Kemungkinan api berasal dari korsleting di rumah warga. Di bagian belakang juga kabarnya terdapat bengkel, sehingga dikhawatirkan ada percikan api dari sana yang merembet ke area kami," ujar Indra.
Selain kobaran api yang membubung tinggi, Indra menyebutkan sempat terdengar suara ledakan sebanyak dua kali saat kebakaran berlangsung. Namun, ia memastikan bahwa suara ledakan tersebut bukan berasal dari armada bus milik DAMRI, melainkan diduga dari tabung gas di permukiman warga yang turut terbakar.
"Kalau ledakan memang ada, terdengar sekitar dua kali. Perkiraan itu berasal dari rumah warga, dikhawatirkan dari tabung gas," tuturnya.
Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa titik kebakaran sama sekali tidak menyentuh fasilitas bengkel perbaikan milik DAMRI. Pihak manajemen logistik sejak awal telah memisahkan zonasi antara area perawatan rutin dengan area penyimpanan bus yang sudah afkir.
"Untuk bus yang terbakar saat ini dipastikan tidak sedang dalam proses perbaikan. Kalau untuk perbaikan, lokasinya berada di sebelah sini. Semuanya sudah kami pisahkan antara bus yang sudah tidak terpakai dengan armada yang sedang diperbaiki," katanya.
Indra menambahkan, total kendaraan yang terdampak dalam insiden rembetan api tersebut berjumlah sekitar delapan unit. Seluruh armada yang terbakar dipastikan merupakan bus nonaktif yang sudah lama diparkirkan dan tidak lagi melayani operasional penumpang.
"Kurang lebih ada delapan unit yang terdampak. Semuanya sudah tidak beroperasi sekitar satu tahun lebih," kata dia.