Comscore Tracker

Jelang Masa New Normal, Kampus di Bandung Siapkan Model Belajar Baru

Kampus negeri dan swasta sudah bersiap hadapi new normal

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi akan menerapkan new normal atau normal baru pada Senin (1/6). Dari kebijakan tersebut, sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung akan turut membuat beberapa skema proses belajar mengajar selama normal baru.

Salah satu perguruan tinggi yang siap menghadapi normal baru adalah Universitas Widyatama. Rektor Widyatama Profesor Obsatar Sinaga mengatakan, Widyatama siap mengikuti aturan protokol pencegahan virus corona (COVID-19) dari pemerintah pusat dan Pemprov Jabar.

"Kita akan ikuti aturan pemerintah, seberapa jauh. Kita juga sebenarnya sudah menerapkan sistem belajar daring (dalam jaringan) selama ini," ujar Obsatar saat dihubungi, IDN Times, Kamis (28/6).

1. Widyatama akan meninjau dulu bagaimana aturan pemerintah

Jelang Masa New Normal, Kampus di Bandung Siapkan Model Belajar BaruIlustrasi kampus. freepik/freeograph

Obsatar menuturkan, protokol normal baru dalam lingkungan universitas mengharuskan adanya pembatasan perkuliahan. Widyatama sendiri mengklaim sudah lebih dulu melakukan hal tersebut dengan mengharuskan mahasiswanya belajar melalui sistem daring.

"Kalu kami misalnya ada pembatasan perkuliahan, itu bukanlah hal baru. Sejak awal sebelum COVID-19 mewabah kami sudah kuliah online dari server online. Kami juga menerapkan kuliah dua hari dalam seminggu. Jadi tidak kaget, biasa aja," ungkapnya.

Ia percaya, kuliah model daring di saat normal baru merupakan langkah visioner untuk beberapa masa yang akan datang. Menurutnya, belajar melalui sistem daring di kampusnya tidak melalui aplikasi zoom, karena mereka punya server dan aplikasi sendiri untuk proses belajar mengajar.

"Dalam sistem online, ini bukan zoom tapi beda lagi. Kuliah online pakai server itu mahasiswa masuk aja langsung, sistem klik dan absen juga beda jauh. Ini sudah kita terapkan, jadi biasa aja," katanya.

2. Widyatama sudah terapkan 40 persen kuliah daring

Jelang Masa New Normal, Kampus di Bandung Siapkan Model Belajar BaruPexels

Selain kuliah lewat daring, Widyatama juga memiliki program kuliah di mana dalam satu minggu mahasiswa masuk kampus selama dua hari. Selebihnya mahasiswa bisa melakukan kolaborasi dan kegiatan ekstra lainnya di luar kampus.

"Kita ada program kuliah masuk dua hari saja. Jadi misal 18 SKS (satuan kredit semester ) dibagi dua. Sehari 9 SKS jadi mahasiswa bisa pilih jadwal Senin dan Selasa atau Rabu dan Kamis," katanya.

Ia menekankan, dalam normal baru, Widyatama akan mengikuti bagaimana aturan yang akan diterapkan oleh pemerintah pusat dan Provinsi Jabar. Menurutnya, Widyatama sudah melakukan persiapan terkait semua sistem pembelajaran.

"Sisanya dia mau kerja kolaborasi mau membuat kemampuan lain boleh. Jadi kalau sekarang kita new normal itu, ah biasa saja gak ada yang aneh. Kami sudah 40 persen online," tuturnya.

3. ITB tidak langsung gelar kuliah normal

Jelang Masa New Normal, Kampus di Bandung Siapkan Model Belajar BaruIstimewa

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Humas Institut Teknologi Bandung (ITB) Naomi Haswanto mengatakan, ITB belum memutuskan skema apa yang akan dipakai pada normal baru. Saat ini ITB masih mengeksplorasi semua kemungkinan skenario dan perencanaan untuk membuka kembali kampus baik untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Ini dilakukan untuk dapat mengukur sejauh mana tingkat risiko yang akan terjadi berdasarkan tingkat kesiapan sumber daya yang dimiliki oleh ITB saat ini untuk menjalankan kelaziman baru (new normal) di kampus," ujar Naomi.

Saat ini, kata dia, ITB harus mempersiapkan semua stakeholder ITB, seperti dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan orang tua, agar memahami normal baru. Nantinya, ITB pun akan akan memilih untuk melakukan simulasi normal baru terlebih dahulu.

"Kita akan siapkan seperti tahap simulasi penerapan protokol, kemudian tahap piloting pada kegiatan UTBK, dan pada tahap implementasi nanti di awal semester baru," ungkap Naomi.

Sebelum penerbangan normal baru, ITB saat ini telah menerapkan mode kuliah daring dan hal tersebut akan tetap menjadi pilihan pertama. Sedangkan untuk semester yang akan datang masih sedang dilakukan pengkajian.

Adapun pertanyaan-pertanyaan lain seperti kemungkinan membuka kelas untuk mahasiswa, siapa saja yang berhak masuk, apakah durasi belajar digelar secara penuh atau tidak, ITB masih melakukan kajian.

"Jadi sepertinya akan berbeda satu kelas dengan kelas lain, di satu fakultas dan fakultas lain. Kapasitas yang dihitung itulah yang nantinya akan menjadi dasar penjadwalan," tuturnya.

4. Unpad juga tidak akan langsung membuka kampus untuk proses perkuliahan

Jelang Masa New Normal, Kampus di Bandung Siapkan Model Belajar Barustatistics.unpad.ac.id

Sementara, Humas Universitas Padjadjaran (Unpad) Dandi Supriadi mengatakan, kampusnya tidak akan langsung membuka perkuliahan pada normal baru Jabar yang akan berlangsung pada Senin (1/6).

"Perkuliahan semester genap ini masih akan diteruskan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh. Sesuai dengan keputusan rektor pada rapat terakhir kami, ujian akhir semester ini tetap akan dilakukan dengan sistem daring atau non tatap muka," ujar Dandi.

Ia menyebut, dalam kaitan akademik, kampus akan dibuka terbatas untuk penyelesaian tugas akhir dan praktikum secara selektif. Penjadwalan yang berkaitan dengan kegiatan di kampus akan diupayakan mendekati akhir bulan Juli atau awal Agustus 2020.

"Ini dilakukan agar mahasiswa bisa lebih efisien dan lebih aman karena tidak perlu kembali ke tempat asal untuk menunggu tahun ajaran baru," ungkapnya.

Terkait surat edaran dari kementerian Pendidikan, sejauh ini Unpad belum menerima surat edaran resmi. "Apabila ada koordinasi dengan rektor, pasti akan disampaikan pada rapat koordinasi besok," kata dia.

Baca Juga: ITB dan Unpad Kembali Perkenalkan Alat Tes COVID-19 

Baca Juga: Epidemiolog Unpad: Ralaksasi PSBB, Wabah COVID-19 Bertahan hingga 2024

Baca Juga: New Normal Akan Segera Diterapkan untuk ASN, Ini Tiga Poin Utamanya

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya