TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ketika Yellow Claw Cari Produser Musik Elektronik Terbaik Indonesia

Winky Wiryawan, Dipha Barus, dan Eka Gustiwana juga ikut

Yellow Claw di EMPC 2020/Dok. EMPC 2020

Bandung, IDN Times – Electronic Music Producer Contest (EMPC) kembali digelar, setelah mendulang sukses tahun lalu. Semakin serius, tahun ini ICEPERIENCE.ID mengundang duo DJ yang masuk ke dalam top 100 DJ dunia versi DJmagz.com. Mereka adalah Yellow Claw, yang menjadi juri bersama deretan DJ kelas kakap Indonesia Winky Wiryawan, Dipha Barus, dan Eka Gustiwana.

Untuk menggelar acara ini, ICEPERIENCE.ID tidak sendirian. Mereka berkolaborasi dengan Barong Family, sebuah label rekaman yang berkantor di Amsterdam, Belanda. Mereka bersama-sama mengusung visi memajukan industri musik elektronik Tanah Air.

1. Ada Yellow Claw di kompetisi ini

Yellow Claw/Instagram @yellowclaw

Diopsaputra, perwakilan ICEPERIENE.ID, dalam jumpa pers yang digelar secara daring, mengatakan bahwa kolaborasi bersama Barong Family bertujuan agar para peserta memahami standar musik elektronik internasional.

Tak hanya itu, Barong Family juga memiliki histori yang berkaitan dengan Indonesia. Bagaimana tidak, nama dan logo Barong Family memang diambil dari sosok dewa dalam kultur Bali.

“Kami gembira karena Barong Family mengutus Yellow Claw sebagai juri di EMPC 2020. DJ yang masuk top 100 Dj di dunia ini memiliki 4,2 juta monthly listener dan 900 ribu follower di Spotify,” kata Diopsaputra, kepada wartawan, Kamis (9/7).

Dengan adanya Yellow Claw di EMPC 2020, ia berharap peserta dari Indonesia bisa mendapatkan ilmu yang lebih tentang dunia musik elektronik internasional.

2. Bagaimana karya yang baik menurut Yellow Claw?

Ilustrasi musik (Pixabay)

Di sisi lain, Yellow Claw yang juga berperan sebagai juri, berharap peserta memang telah menyaring karya terbaik mereka. Sehingga Yellow Claw memang akan mendapatkan karya yang bisa dipertimbangkan di level dunia.

“Dari semuanya, yang terpenting adalah orisinalitas karya, yang benar-benar berasal dari hati dan memang milik kamu sendiri. Berikanlah karya yang bisa menggebrak panggung music elektronik dunia,” tutur Jim Aasgier, yang kemudian disepakati oleh Nizzle.

3. EMPC menjadi jembatan untuk go internasional

Doci pemenang EMPC 2019/Dok. EMPC

EMPC pertama kali diselenggarakan pada 2019 di mana berhasil 500 track dari  peserta. Dari jumlah itu, dewan juri menyaring karya mereka hingga muncul nama Doci sebagai juara pertama.

Sebagai hadiah, Doci terbang ke Los Angeles Amerika Serikat untuk berkolaborasi dengan Sean Miyashiro (CEO 88Rising) dan Devinta Trista yang merupakan penyanyi berbakat pilihan 88rising.

Doci mengatakan, kesempatan berkolaborasi dengan record label luar negeri sekelas 88Rising memberikan pengetahuan lebih luas di dunia musik elektronik.

Tren kesuksesan EMPC edisi perdana itu membikin Eka Gustiwana, juri dari Indonesia, optimistis bahwa kompetisi ini akan membawa perubahan yang positif di industri musik Tanah Air.

“Program ini sangat positif dalam membentuk ekosistem musik elektronik di Indonesia di mana saat ini penggemar musik elektronik semakin luas sehingga pasar bagi produser musik terbuka lebar,” ujar Eka.

Berita Terkini Lainnya