TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Prabowo Siap Gandeng Wakil Millennial, Ridwan Kamil Masuk Radar?

Siapa menurut kalian layak untuk maju capres

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Bandung, IDN Times - Nama Prabowo Subianto masih digadang-gadang layak maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Bahkan, Partai Gerindra pun masih bertekad mencalonkan Prabowo agar bisa bertarung dalam pilpres mendatang.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, dalam pemilihan 2024 angka pemilih millennial akan mendominasi. Artinya, harus ada cara untuk menarik minat mereka memilih pasangan calon tertentu, salah satunya dengan menepatkan millennial sebagai pasangan Prabowo.

"Partai Gerindra harus gencar memanfaatkan Gadget atau Handphone untuk bisa mendekati hati generasi milenial dan generasi Z agar bisa menjadi suara untuk Partai Gerindra di pemilu nanti," ujar Ahmad Muzani dalam sebuah diskusi di Kota Bandung, Rabu (3/12/2021).

1. Masih mencari sosok pendamping yang tepat

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2019 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Sejumlah nama seperti Sandiaga, Ridwan Kamil, Agus Harimurti, hingga Ganjar Pramono disebut cocok untuk menarik suara millennial. Namun, Gerindra hingga sekarang belum bisa memastikan siap menggaet sosok yang mana. Perhitungan masih dilakukan termasuk memanfaatkan hasil survei yang kerap dilakukan sejumlah lembaga.

"Semua nama hidup, semua nama dimungkinkan. Kita akan terus mengumpulkan semua pandangan dan pikiran di masyarakat, semua survei kita perhatikan, sehingga kita pilih pasangan bisa dengan pas, dengan benar pada waktu yang tepat," kata dia.

2. Perlu strategi khusus dapatkan suara anak muda

unsplash/austindistel

Muzani menyebut, harus ada strategi khusus untuk mendekati generasi milenial dan generasi Z, agar keinginan dan tujuan partai bisa dipahami dalam pemikiran politik para generasi tersebut.

"Saya kira pemilu 2024 pemilih dari generasi Z dan milenial kondisinya sekarang cukup besar. Problemnya adalah generasi itu sering kali pemahamannya terhadap politik berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, karena itu harus ada pendekatan-pendekatan yang lebih pas, lebih jitu dalam mendekati mereka," jelasnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Ngaku Belum Banyak Modal untuk Capres 2024

Berita Terkini Lainnya