Komunitas Otomotif Harus Punya Peran Strategis Ciptakan Kota Aman

- Komunitas otomotif harus menjadi teladan berorganisasi yang baik
- Bandung diharapkan kembali aman, nyaman, dan kondusif
- Siap jadi komunitas guyub dan berkontribusi bagi masyarakat
Bandung, IDN Times - Perayaan anniversary ke-7 Bacank MC Bandung di area Dago Golf Geritage menjadi momen jika komunitas ini mampu memberikan komitmen nyata dalam menjaga keamanan dan kenyamanan kota. Karena, sebuah komunitas motor bukan dinilai dari berapa bising suara knalpotnya, tinggi cc motornya, tetapi seberapa besar kontribusinya untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kebaikan bersama.
Di tengah suasana persaudaraan yang kental, hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Keduanya tidak sekadar datang sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat komunitas dan pembawa harapan baru bagi peran komunitas otomotif di Bandung.
1. Tak sekadar Hobi, tapi ruang belajar dan menjaga kota

Saat berdiri di hadapan anggota Bacank, Erwan memulai sambutannya menyampaikan harapan agar komunitas otomotif, termasuk Bacank MC, dapat menggerakkan budaya berorganisasi yang tertib dan beretika. Menurutnya, komunitas motor memiliki jumlah anggota besar dan berpengaruh kuat di masyarakat sehingga perlu menjadi panutan.
“Saya berharap Bacank tetap kompak, menjaga terus silaturahmi. Karena anggotanya sudah karolot (usia matang), saya yakin bisa saling menjaga sampai akhir hayat,” ujar Erwan.
Erwan juga mengingatkan bahwa komunitas otomotif kerap menjadi sorotan ketika terjadi aksi anarkis, meski pelakunya bukan dari komunitas resmi. Nama besar klub motor yang baik seringkali ikut rusak karena ulah oknum tak bertanggung jawab.
“Karena ada yang mengatasnamakan komunitas tapi berbuat anarkis. Saya harap Bacank bisa menjembatani sehingga tidak terjadi lagi,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa organisasi bukan hanya soal hobi berkendara, tetapi juga ruang untuk belajar menghargai aturan dan sesama.
“Gelorakan pada masyarakat terutama anak-anak muda bahwa berorganisasi itu harus benar, harus taati aturan dan saling menghargai, baik pada kawan maupun sesama komunitas lain,” lanjutnya.
2. Bandung tak lagi senyaman dulu

Di sela acara, Erwan berbicara mengenai keresahan masyarakat akhir-akhir ini. Bagi sebagian warga, terutama perempuan, berjalan di jalanan Bandung pada malam hari bukan lagi hal yang terasa aman.
“Dulu Bandung aman, damai dan nyaman. Sekarang lewat pukul 21.00 saja sudah merasa tidak nyaman,” ungkapnya.
Menurutnya, citra komunitas otomotif sering tercoreng karena ulah sebagian kecil kelompok yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, ia berharap Bacank MC dapat menjadi jembatan untuk memperkuat komunikasi antar komunitas, sekaligus menjadi pelopor budaya saling menghargai.
“Ada yang mengatasnamakan komunitas tapi berbuat anarkis. Saya harap Bacank bisa menjembatani agar tidak terjadi lagi anarkis di Kota Bandung dan Jawa Barat,” tegasnya.
3. Langkah kecil yang memiliki arti besar

Ketua Bacank MC, Eliandi S. Dasuki menyampaikan bahwa komunitasnya bukan sekadar tempat penghobi motor berkumpul dan berkendara. Mereka juga aktif melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaan.
“Bacank itu bukan hanya motorcycle club, tapi juga masjid club. Kita punya Masjid Al-Firdaus di Garut dan lakukan aksi sosial lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap di usia tujuh tahun ini, Bacank dapat semakin matang dan membawa manfaat lebih luas.
“Saya berharap Bacank menjadi komunitas nomor satu di Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Mudah-mudahan kita bisa silaturahmi terus dengan sesama komunitas,” tuturnya.
Eliandi juga menyebut bahwa angka tujuh menjadi usia penting bagi Bacank, sebagai fase belajar dan bertumbuh.
“Usia memang baru 7 tahun, usia masuk sekolah dasar. Artinya harus belajar, harus taati aturan. Walaupun umur organisasi 7 tahun, anggotanya tidak ada yang berusia 7 tahun,” kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut memberikan ucapan selamat ulang tahun dan berharap Bacank semakin solid, kompak, dan mampu memperkuat nilai persaudaraan di Kota Bandung.


















