Comscore Tracker

Cocok untuk Millennial, Pemilik Kedai Kopi Ini Memberikan Harga Ikhlas

Menu Ice Coffee Drakor Ramai Peminat

Bagi Eka Noorhasan Putra, barjualan tak melulu mencari untung berlebih. Pemilik kedai kopi Lunaira Coffee di Kota Cirebon ini menyuguhkan konsep "minum kopi, bayar seiklasnya."

Meski keberadaan Coffee Shop sudah menjamur hingga ke sudut-sudut kota, Eka mengaku tidak akan kalah bersaing. Menurutnya, menikmati kopi racikannya tak perlu harus merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan, penikmat kopi di kedainya, tak perlu khawatir bila tak membawa uang sekalipun.

1. Tidak takut rugi

Cocok untuk Millennial, Pemilik Kedai Kopi Ini Memberikan Harga IkhlasIDN Times/Wildan Ibnu

Kedai kopi ini berlokasi di Jalan Bromo No. 113 Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Eka sudah memulai usahanya sejak 2014 lalu. Baru pada Mei 2016, dia mulai berinisiatif mengusung konsep minum kopi, bayar seiklasnya.

"Baru setelah dua tahun berjalan, saya berinisiatif mulai mengusung konsep bayar seikhlasnya. Saya yakin, dengan berjualan seperti ini tidak akan rugi. Apalagi jatuh miskin," ujar Eka saat ditemui di kedai kopinya, Senin (16/12).

2. Berbagi dengan millennial penikmat kopi

Cocok untuk Millennial, Pemilik Kedai Kopi Ini Memberikan Harga IkhlasIDN Times/Wildan Ibnu

Alasan mulai mengusung konsep bayar seikhlasnya, menurutnya, saat membuka usaha tidak butuh modal besar. Ditambah, saat kebanjiran pesanan kopi, Eka tak menyiapkan uang banyak untuk kembalian para pelanggannya. Di samping itu, Eka pun berniat berbagi kopi dengan kaum millennial yang tak cukup banyak uang untuk menikmati kopi.

"Niatnya berbagi kopi kepada sesama anak muda. Jadi, agar bisa menikmati kopi tak harus punya uang dulu," ujarnya.

3. Ice Coffee Drakor jadi menu utama

Cocok untuk Millennial, Pemilik Kedai Kopi Ini Memberikan Harga Ikhlashttps://pixabay.com/ownk

Di kedainya terdapat menu favorit yang akrab bagi para pelanggannya, yakni Ice Coffee Drakor. Nama Drakor itu dipilih karena ia menggemari film Drama Korea. Selain itu, terilhami dari kebiasaan adat masyarakat Korea yang membutuhkan kafein untuk memulai aktivitas kerja.

"Kebiasaan orang Korea kalau mau kerja pasti ngopi dulu. Tapi, mereka meracik kopi tanpa gula. Jadi, kopi racikan saya dipastikan tanpa gula dan susu," tutup Eka.

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya