Bandung, IDN Times -Sebanyak 19 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran lahan yang terjadi di RT 001 RW 010 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi kebakaran pada Selasa, 15 September 2026. Menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Bandung, mayoritas warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sementara beberapa lainnya mengalami asma, hipertensi, dan sejumlah penyakit lainnya. "Sejauh ini warga yang terdampak akibat kebakaran ini kurang lebih 19 orang," kata Farhan," Senin (15/9/2026).
Warga Terpapar ISPA Asap Kebakaran di Punclut Bertambah Jadi 19 Orang

1. Total 23 warga terdampak kesehatan
Selain itu, dua orang didiagnosis mengalami asma, enam orang mengalami myalgia atau nyeri otot, dan dua orang mengalami hipertensi. Adapun wilayah yang terdampak merupakan kawasan dengan jumlah penduduk mencapai 2.720 kepala keluarga atau sekitar 7.262 jiwa.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, gangguan kesehatan yang dialami warga diduga kuat berkaitan dengan paparan asap kebakaran lahan. Api yang membakar lahan selama hampir 12 jam membuat asap menyebar hingga ke permukiman warga.
"Jadi selama kurang lebih hampir 12 jam ini telah terjadi kebakaran lahan yang menimbulkan asap gangguan ke mana-mana. Sejauh ini memang warga yang terganggu akibat kebakaran," tuturnya.
Warga yang mengalami gangguan kesehatan telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan pemeriksaan. Sebelumnya, mereka menjalani pemeriksaan di posko kesehatan yang berada di RW 10 Kelurahan Ciumbuleuit.
2. Masih ada tiga titik panas
Kebakaran lahan di kawasan Punclut tersebut diduga terjadi di lokasi yang merupakan tempat penimbunan sampah ilegal. Hingga kini, masih ditemukan tiga titik panas atau hotspot di kawasan tersebut. Farhan menyebut, pemerintah kota akan memastikan seluruh titik api benar-benar padam untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
"Ini semalam terjadi kebakaran ya, diduga karena ada gas metan di bawah dan kemudian merembet ke atas," ujar Farhan.
Kebakaran yang berlangsung selama berjam-jam tersebut menyebabkan asap menyelimuti sejumlah kawasan permukiman di sekitar lokasi. Pemerintah Kota Bandung pun akan menutup dan mensterilisasi lahan tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kembali adanya aktivitas pembuangan sampah di lokasi.
3. Data dikumpulkan untuk dilaporkan ke Gakkum KLH
Selain menutup lokasi, Pemkot Bandung juga akan mengumpulkan berbagai data terkait kebakaran tersebut. Data itu nantinya akan dilaporkan kepada Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup untuk ditindaklanjuti.
"Jadi nanti Dinas Lingkungan Hidup dalam hal ini akan mengumpulkan semua data dibantu oleh semua dinas, lalu kita akan melaporkannya kepada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup untuk dilakukan penyelidikan awal," bebernya.
Asap kebakaran juga sempat berdampak terhadap sejumlah sekolah yang berada di sekitar lokasi. Meski demikian, Dinas Pendidikan Kota Bandung memastikan kegiatan belajar mengajar di dua sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan tersebut tetap berlangsung