ilustrasi sekelompok pekerja kerah biru yang berorganisasi di industri tekstil di lingkungan pabrik (pexels.com/EqualStock IN)
TPT merupakan indikator yang menggambarkan tenaga kerja yang belum terserap pasar kerja. Selama tiga tahun terakhir, tingkat pengangguran laki-laki masih konsisten lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Pada Februari 2026, TPT laki-laki kembali turun sebesar 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2025. Sementara itu, TPT perempuan juga menurun sebesar 0,06 persen poin. Namun jika dibandingkan Februari 2024, TPT laki-laki justru meningkat tipis 0,04 persen poin, sedangkan perempuan turun cukup signifikan hingga 0,79 persen poin.
"Tingginya pengangguran di Jawa Barat masih didominasi fenomena frictional unemployment atau pengangguran karena melimpahnya pasokan tenaga kerja. Pertumbuhan penduduk yang tinggi serta arus migrasi dari luar daerah membuat jumlah pencari kerja jauh lebih besar dibandingkan lapangan kerja yang tersedia," kutip IDN Times masih dari laporan tersebut.
Kondisi tersebut juga terlihat dari perbedaan TPT antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada Februari 2026, TPT di perkotaan mencapai 6,97 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang sebesar 5,12 persen.
Meski demikian, dibandingkan Februari 2025, TPT perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,31 persen poin. Sebaliknya, TPT di wilayah perdesaan justru naik sebesar 0,72 persen poin.