Bandung, IDN Times – Air minum yang terlihat jernih belum tentu bebas dari mikroplastik. Dalam beberapa tahun terakhir, partikel plastik berukuran sangat kecil itu ditemukan di laut, sungai, udara, bahkan sumber air yang dikonsumsi manusia setiap hari. Ketika para peneliti di berbagai negara masih berupaya mencari cara mengurangi ancaman tersebut, dua pelajar SMP asal Bandung justru datang membawa sebuah ide yang menarik perhatian dunia.
Fitrisina Azzahra N dan Aquilani Nafisa N, siswa SMP Taruna Bakti Bandung, berhasil meraih Medali Emas dalam ajang 12th World Innovation Invention Contest (WIC) 2026 di Seoul, Korea Selatan. Mereka tidak memenangkan kompetisi itu lewat aplikasi digital atau robot canggih, melainkan melalui gagasan tentang cara memisahkan mikroplastik dari air minum menggunakan gelombang suara.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak mikroplastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia, ide yang dibawa dua pelajar Bandung tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat. Tak heran jika selain meraih medali emas, keduanya juga mendapat Special Award dari KIA, lembaga inovasi yang berbasis di Korea Selatan.
Berikut tiga hal yang membuat inovasi mereka menarik perhatian juri internasional.
