Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rp1,29 Triliun Uang Pajak Warga Jabar Dipakai Gratisan 992.125 Murid
SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemprov Jabar membiayai pendidikan gratis bagi 992.125 siswa SMA dan SMK negeri melalui pajak warga, dana BOS pusat, dan bantuan operasional provinsi.
  • Anggaran provinsi Rp1,29 triliun digunakan untuk operasional dan fasilitas sekolah, sementara pungutan kepada siswa dilarang serta dapat berujung pemberhentian kepala sekolah.
  • Bantuan juga menyasar siswa prasejahtera dan sekolah swasta, termasuk perlengkapan bagi 38.887 siswa, program SSK untuk 31.663 siswa, serta tambahan SPP bagi sekitar 117.000 siswa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pada tahun ini

Pemprov Jabar memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada 38.887 siswa dari keluarga kurang mampu dengan anggaran Rp70 miliar.

Selasa (22/9/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pendidikan gratis bagi 992.125 siswa SMA dan SMK negeri dibiayai antara lain dari pajak warga Jawa Barat. Pemprov Jabar menyiapkan Rp1,29 triliun untuk pelayanan siswa di sekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat membiayai pendidikan gratis bagi 992.125 murid SMA dan SMK negeri, termasuk operasional sekolah serta bantuan perlengkapan bagi siswa keluarga prasejahtera.
  • Who?
    Pemprov Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi, 992.125 murid SMA dan SMK negeri, siswa sekolah swasta peserta SSK, serta warga Jawa Barat sebagai pembayar pajak terlibat dalam pembiayaan program.
  • Where?
    Program pendidikan gratis dan bantuan biaya sekolah dijalankan di Jawa Barat, mencakup SMA dan SMK negeri serta sekolah swasta yang mengikuti program Sekolah Swasta Kerja Sama.
  • When?
    Dedi Mulyadi menyampaikan keterangan pada Selasa, 22 September 2026. Pada tahun ini, bantuan perlengkapan sekolah disalurkan kepada 38.887 siswa.
  • Why?
    Pembiayaan diberikan untuk menjamin murid tetap bersekolah, memenuhi kebutuhan operasional pendidikan, membantu keluarga kurang mampu, dan mencegah siswa sekolah swasta kelas 11 dan 12 putus sekolah.
  • How?
    Anggaran Rp1,29 triliun dari Pemprov Jabar digunakan bersama dana BOS pusat. Pajak warga Jabar menjadi sumber pembiayaan, disertai bantuan perlengkapan, SPP, dan uang bangunan bagi kelompok siswa tertentu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Barat memakai uang pajak warga untuk membantu 992.125 murid SMA dan SMK negeri sekolah gratis. Uangnya untuk listrik, air, kelas, dan barang sekolah. Murid dari keluarga susah juga dapat seragam, tas, sepatu, dan buku. Dedi Mulyadi bilang sekolah tidak boleh minta uang lagi. Kalau ada, kepala sekolah bisa diberi hukuman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemanfaatan pajak warga Jawa Barat untuk pendidikan menunjukkan arah layanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan siswa. Pembiayaan bagi hampir satu juta murid, perlengkapan bagi keluarga prasejahtera, serta dukungan untuk siswa swasta yang berisiko putus sekolah memperluas kesempatan belajar tanpa pungutan tambahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkap sumber anggaran yang digunakan untuk memberikan pendidikan gratis kepada murid dengan kategori khusus di SMA dan SMK negeri. Salah satu sumbernya, berasal dari pajak masyarakat yang dibayarkan kepada Pemprov Jabar.

Adapun total murid yang menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi Jabar ada 992.125 siswa. Mereka semuanya, diberikan pembiayaan agar tetap bisa bersekolah.

"Jaminan pendidikan gratis bagi hampir 1 juta siswa anak SMA dan SMK negeri di Jawa Barat yang menjadi tanggung jawab provinsi kewenangannya," ujar Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi alias KDM, Selasa (22/9/2026).

1. Jika masih ada pungutan sekolah akan ditindak

SMAN 13 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurut dia, pembiayaan pendidikan tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat dan bantuan operasional dari Pemprov Jabar.

Anggaran provinsi digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari pembayaran listrik dan air, pembangunan ruang kelas, pembangunan sekolah baru, hingga kelengkapan pendidikan lainnya. KDM menegaskan siswa tidak boleh dibebani pungutan dalam bentuk apa pun.

"Dan apabila masih ada pungutan, maka dipersilakan untuk dilaporkan. Kami akan memberikan sanksi pemberhentian bagi kepala sekolahnya," katanya.

2. Bantuan ada juga yang berula kelengkapan alat sekolah senilai Rp1,8 juta

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Pemprov Jabar menyiapkan anggaran Rp1,29 triliun untuk kebutuhan pelayanan siswa di sekolah. Angka tersebut belum termasuk dana BOSP dan sertifikasi guru.

Selain membiayai operasional sekolah, Pemprov Jabar memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut meliputi seragam, tas, sepatu, hingga buku.

Pada tahun ini, bantuan perlengkapan sekolah diberikan kepada 38.887 siswa dengan total anggaran Rp70 miliar. Setiap siswa dari keluarga prasejahtera mendapat bantuan senilai Rp1,8 juta per tahun.

"Anak-anak mendapat bantuan kelengkapan sekolah senilai Rp1,8 juta dalam setiap tahun untuk anak-anak keluarga prasejahtera," ujar Dedi.

3. 117 ribu anak terancam putus sekolah juga diberikan bantuan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Program pendidikan gratis juga diperluas kepada siswa yang bersekolah di sekolah swasta melalui program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK). Sebanyak 31.663 siswa mendapat bantuan biaya pendidikan melalui program tersebut.

Untuk siswa SMA, bantuan SPP diberikan sebesar Rp150.000 per bulan, sedangkan siswa SMK memperoleh Rp175.000 per bulan. Selain itu, terdapat bantuan uang bangunan sebesar Rp1,5 juta.

Total anggaran yang disiapkan untuk program SSK mencapai lebih dari Rp100 miliar setiap tahun. Pemprov Jabar juga memberikan bantuan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta, khususnya siswa kelas 11 dan 12 yang terancam putus sekolah.

Dedi menyebut terdapat sekitar 117.000 siswa dalam kategori tersebut. Mereka mendapat bantuan tambahan pembayaran SPP sebesar Rp600.000 per siswa.

"Yang berikutnya masih ada lagi anak-anak sebanyak 117 ribu mereka terancam putus sekolah. Dan mereka mendapat bantuan untuk tambahan bayar SPP-nya Rp600 ribu per orang," katanya.

"Dan ini semua yang membiayai bukan Pemprov Jabar, bukan gubernur. Ini adalah yang membiayai warga Jawa Barat yang membayar pajak. Jadi gratisnya pendidikan di Jawa Barat itu digratiskan oleh warga Jawa Barat," kata KDM.

Curated For You

Editorial Team

Related Article