Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dinkes: Gangguan Pernapasan di Jabar Naik Sejak Erupsi Anak Krakatau

Kota Bandung
2 min read
Dinkes: Gangguan Pernapasan di Jabar Naik Sejak Erupsi Anak Krakatau
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Dinkes Jawa Barat mencatat kenaikan gangguan saluran pernapasan, termasuk ILI dan SARI, sejak abu erupsi Anak Krakatau pada awal bulan, berdasarkan laporan fasilitas kesehatan.

  • Meski kasus meningkat namun masih di bawah batas pemantauan. Sejumlah rumah sakit menemukan influenza tipe A dengan gejala seperti demam tinggi, lemas, batuk, pilek, dan pegal.

  • Dinkes mengimbau pola hidup bersih, menjaga daya tahan tubuh, mencuci tangan, serta memakai masker saat sakit. Depok dan Kabupaten Bogor sempat meningkat, sementara data influenza A masih didata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mencatat adanya kenaikan kasus gangguan saluran pernapasan, termasuk influenza. Meningkatnya kasus tersebut, terjadi sejak abu erupsi gunung Anak Krakatau selama awal bulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, peningkatan kasus ini diketahui berdasarkan sistem pelaporan penyakit saluran pernapasan yang dilakukan fasilitas kesehatan di Jabar. Pemantauan mencakup influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI).

"Pelaporannya memang ada peningkatan nih, sejak kasus yang debu abu vulkanik itu ya. Peningkatan saluran pernapasan ini baik di SARI ataupun di ILI," ujar Vini, Senin (21/9/2026).

  1. 1. Masyarakat diminta waspadai Influenza A

    IMG-20250804-WA0034.jpg
    Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Meski meningkat, Vini memastikan jumlah kasus tersebut masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam pemantauan kesehatan. Namun, dia tidak menyebutkan secara gamblang berapa total kasus yang ditemukan di Jabar.

    Beberapa rumah sakit di Jabar, kata dia, turut menemukan kasus influenza tipe A yang memiliki gejala yang dapat lebih berat dibandingkan flu biasa, seperti demam tinggi, lemas, batuk, pilek, dan pegal-pegal.

    "Untuk influenza tipe A memang pasien itu biasanya mengeluh demam tinggi, ya bisa di atas 40 derajat. Lalu ada lemas, batuk, pilek, pegal-pegal gitu ya," katanya.

    Dinkes Jabar pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menerapkan kembali kebiasaan menjaga protokol kesehatan, karena influenza tipe A memiliki penularan yang cepat.

  2. 2. Masyarakat harus menjaga protokol kesehatan dan pola hidup sehat

    Virus influenza A dilihat dari mikroskop
    gambar virus influenza A dilihat dari mikroskop (unsplash.com/CDC)

    Vini menyarankan masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta mencuci tangan setelah beraktivitas di luar rumah. Masyarakat yang sedang sakit juga dianjurkan menggunakan masker agar tidak menularkan kepada anggota keluarga.

    "Kalau misalnya yang paling parah itu atau harus berobat ke rumah sakit apabila ada tanda-tanda infeksi paru-paru misalnya ya atau pneumonia gitu ya. Nah, ini baru disarankan untuk datang berobat ke rumah sakit," ucapnya.

  3. 3. Pemeriksaan influenza cukup mahal

    ilustrasi virus influenza
    ilustrasi virus influenza (pexels.com/CDC)

    Terkait wilayah dengan kasus yang tinggi, Vini menyebut Depok dan Kabupaten Bogor sempat menunjukkan peningkatan. Namun, untuk data khusus influenza tipe A berdasarkan wilayah, Dinkes Jabar masih melakukan pendataan karena pemeriksaan membutuhkan tes khusus.

    "Nah, kalau influenza tipe A belum (terdata secara khusus) karena kan pemeriksaannya cukup mahal ya dan orang malas ya melakukan swab kayak dulu waktu COVID ya," ucapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More