Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejumlah calon penumpang kereta api berjalan kaki di selasar peron salah satu stasiun wilayah Daop 4 Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)
  • Penumpang kereta api Jawa Barat pada September 2026 mencapai 2.135.407 orang, turun 6,66% dibandingkan Agustus; penurunan terjadi di Daop 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon.

  • Daop 2 Bandung mendominasi 92,29% penumpang dengan 1.970.799 orang, sedangkan Daop 3 Cirebon mencatat 164.608 orang; secara persentase, Cirebon turun lebih tajam, 9,39%.

  • Meski turun secara bulanan, penumpang September tumbuh 8,63% tahunan; kumulatif Januari–September naik 9,35%. Angkutan barang turun 79,09%, terutama akibat penurunan di Daop 3 Cirebon.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pada September 2026, orang yang naik kereta di Jawa Barat jadi lebih sedikit dari Agustus. Penumpang dari Bandung paling banyak, sekitar 1,9 juta orang. Cirebon punya 164 ribu penumpang dan turunnya lebih besar. Tetapi dibanding September tahun lalu, jumlah penumpang kereta di Jawa Barat masih bertambah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah koreksi bulanan, angkutan kereta api Jawa Barat tetap menunjukkan fondasi permintaan yang menguat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penumpang September tumbuh 8,63 persen secara tahunan, sementara akumulasi Januari–September naik 9,35 persen. Daop 2 Bandung juga mempertahankan peran dominan, termasuk melalui peningkatan volume angkutan barang pada September.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times - Jumlah penumpang kereta api di Jawa Barat mencapai 2.135.407 orang pada September 2026. Angka tersebut turun 6,66% dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 2.287.751 orang.

Penurunan jumlah penumpang terjadi di dua wilayah operasional kereta api, yakni Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penumpang yang berangkat dari Daop 2 Bandung berkurang 135.295 orang menjadi 1.970.799 orang pada September 2026. Sementara itu, penumpang dari Daop 3 Cirebon menyusut 17.049 orang menjadi 164.608 orang.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, secara persentase, penurunan penumpang di wilayah Daop 3 Cirebon lebih dalam dibandingkan Daop 2 Bandung.

"Jumlah penumpang dari Cirebon turun 9,39% secara bulanan, sedangkan Bandung mengalami penurunan 6,42%," kata Margaretha dikutip pada Jumat (6/11/2026).

1. Penumpang Bandung mendominasi

Sejumlah penumpang kereta api menunggu kedatangan gerbong kereta api di Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)

Berdasarkan wilayah operasional, Daop 2 Bandung masih mendominasi perjalanan kereta api di Jawa Barat. Jumlah penumpangnya mencapai 1.970.799 orang atau setara 92,29% dari total penumpang pada September 2026.

Adapun Daop 3 Cirebon mencatat 164.608 penumpang atau hanya 7,71% dari keseluruhan penumpang kereta api di provinsi tersebut.

Perbedaan jumlah penumpang kedua wilayah itu mencapai 1.806.191 orang. Dengan demikian, volume keberangkatan penumpang dari wilayah Bandung hampir 12 kali lipat dibandingkan Cirebon.

Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi Daop 2 terhadap aktivitas angkutan penumpang kereta api di Jawa Barat. Meski demikian, kedua wilayah sama-sama mengalami kontraksi pada September 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

2. Cirebon turun lebih dalam

ilustrasi penumpang kereta bawah tanah di Jepang (unsplash.com/alicharmant)

Penurunan jumlah penumpang di Daop 3 Cirebon mencapai 9,39% secara bulanan. Jumlahnya turun dari 181.657 orang pada Agustus 2026 menjadi 164.608 orang pada September 2026.

Sementara itu, Daop 2 Bandung mencatat penurunan dari 2.106.094 orang menjadi 1.970.799 orang pada periode yang sama. Secara persentase, koreksi di wilayah ini mencapai 6,42%.

Jika dilihat dari jumlah penumpang yang berkurang, Bandung mengalami penyusutan lebih besar karena basis penumpangnya jauh lebih tinggi. Namun, dari sisi persentase, penurunan di Cirebon lebih tajam.

Perbedaan tersebut menunjukkan kontraksi angkutan penumpang tidak hanya terjadi di wilayah dengan volume perjalanan besar, tetapi juga dialami Daop 3 Cirebon dengan skala penumpang yang lebih kecil.

3. Pertumbuhan tahunan masih positif

Sejumlah penumpang kereta api berjalan kaki sambil membawa barang bawaan melewati jalur peron 1. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Di tengah penurunan bulanan, kinerja angkutan penumpang kereta api Jawa Barat masih tumbuh jika dibandingkan dengan September 2025.

Secara tahunan atau year-on-year (yoy), jumlah penumpang meningkat 8,63% dari sebelumnya 1.965.827 orang.

Pertumbuhan tahunan terjadi di kedua wilayah operasional. Daop 2 Bandung mencatat kenaikan 9,25%, sedangkan Daop 3 Cirebon tumbuh lebih terbatas sebesar 1,64%.

Secara kumulatif, jumlah penumpang kereta api selama Januari hingga September 2026 mencapai 20.865.691 orang. Jumlah tersebut meningkat 9,35% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 19.080.956 orang.

Daop 2 Bandung menyumbang 19.253.510 penumpang secara kumulatif, tumbuh 9,80% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun Daop 3 Cirebon mencatat 1.612.181 penumpang atau meningkat 4,27%.

Selain penumpang, BPS Jawa Barat mencatat perubahan volume angkutan barang melalui kereta api. Pada September 2026, total barang yang diangkut mencapai 5,83 ribu ton, turun 79,09% dibandingkan Agustus 2026 sebanyak 27,88 ribu ton.

Berbeda dengan angkutan penumpang, volume barang di Daop 2 Bandung justru meningkat 135,06% dari 2,27 ribu ton menjadi 5,34 ribu ton. Sebaliknya, Daop 3 Cirebon mengalami penurunan dari 25,61 ribu ton menjadi 0,49 ribu ton.

"Dengan perubahan tersebut, kontribusi angkutan barang Daop 2 Bandung mencapai 91,57% dari total volume pada September 2026. Sementara itu, Daop 3 Cirebon menyumbang 8,43%," tutupnya.

Editorial Team

Related Article