Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diduga Dikeroyok, Siswa Kelas 11 SMAN 5 Kota Bandung Meninggal Dunia
(Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti
  • Seorang siswa kelas 11 SMAN 5 Bandung tewas diduga akibat pengeroyokan oleh pelajar SMAN 2 Bandung di Jalan Cihampelas pada Sabtu dini hari, dan videonya viral di media sosial.
  • Kapolsek Coblong membenarkan insiden tersebut serta menyatakan kasusnya kini ditangani Polrestabes Bandung, sementara penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
  • KCD Disdik VII Jabar mengonfirmasi korban berasal dari SMAN 5 Bandung dan menyampaikan belasungkawa, sedangkan Pemprov Jabar memperkuat kebijakan pencegahan kenakalan pelajar termasuk larangan membawa motor ke sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
14 Maret 2026

Terjadi bentrok dan dugaan pengeroyokan antara pelajar SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung di Jalan Cihampelas, Kota Bandung pada dini hari. Seorang pelajar kelas 11 SMAN 5 Bandung meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

kini

Kasus kematian pelajar SMAN 5 Bandung sedang ditangani oleh Polrestabes Bandung. Pihak Dinas Pendidikan Jabar menyampaikan belasungkawa dan menegaskan penyebab pasti masih diselidiki. Pemprov Jabar tengah fokus memperkuat mental pelajar serta menerapkan kebijakan larangan membawa kendaraan pribadi ke sekolah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang pelajar kelas 11 SMAN 5 Kota Bandung meninggal dunia diduga akibat pengeroyokan yang melibatkan pelajar SMAN 2 Bandung di kawasan Jalan Cihampelas.
  • Who?
    Korban bernama MFA, siswa kelas 11 SMAN 5 Bandung. Polisi dari Polsek Coblong dan Polrestabes Bandung menangani kasus ini, sementara pihak Dinas Pendidikan Jabar turut mengonfirmasi kejadian.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Sabtu dini hari, tanggal 14 Maret 2026.
  • Why?
    Penyebab pasti bentrokan dan kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian; dugaan sementara terkait aksi pengeroyokan antar pelajar dua sekolah tersebut.
  • How?
    Bentrokan antar kelompok pelajar terekam video dan viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat sejumlah remaja saling menyerang hingga satu orang tergeletak di pinggir jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak sekolah kelas 11 dari SMAN 5 Bandung yang meninggal karena katanya dikeroyok oleh anak SMAN 2 Bandung di Jalan Cihampelas waktu malam. Polisi bilang memang ada perkelahian antar pelajar dan sekarang polisi lagi cari tahu kenapa bisa terjadi. Pemerintah juga bilang kasihan dan mau jaga supaya anak sekolah tidak tawuran lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah tragedi yang menimpa seorang pelajar SMAN 5 Bandung, terlihat keseriusan berbagai pihak dalam merespons dan mencegah kejadian serupa. Kepolisian segera menangani penyelidikan untuk memastikan kejelasan peristiwa, sementara Dinas Pendidikan dan Pemprov Jabar menunjukkan kepedulian dengan memperkuat pembinaan mental pelajar serta menerapkan kebijakan transportasi yang lebih aman dan mendidik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Seorang pelajar kelas 11 dari SMAN 5 Kota Bandung meninggal dunia diduga menjadi korban pengeroyokan oleh pelajar SMAN 2 Bandung. Aksi bentrok dan pengeroyokan ini terjadi di Jalan Cihampelas, Kota Bandung pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Peristiwa ini pun direkam dan videonya viral di media sosial yang mana memperlihatkan para pelajar tengah berkelahi dan saling mengeroyok. Terlihat satu orang pemuda tergeletak di pinggir jalan.

Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson membenarkan telah terjadi peristiwa pengeroyokan antar pelajar SMAN 5 Bandung dengan SMAN 2 Bandung. Akibat kejadian itu, satu orang pelajar SMAN 5 Bandung tewas.

"Dugaan sementara (korban betrokan) anak SMAN 5 Bandung dengan SMAN 2 Bandung," ucap dia, Sabtu (14/3/2026).

1. KCD Disdik benarkan berita tersebut

Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Sukma Shakti)

Akibat kejadian itu satu orang meninggal dunia yaitu pelajar SMAN 5 Bandung. Adapun penanganan kasus ini dilaksanakan oleh Polrestabes Bandung.

"Iya meninggal dunia anak SMAN 5 Bandung, saat ini ditangani Polrestabes Bandung," ungkap dia.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan (Disdik) VII Provinsi Jabar, Asep Yudi alias Asyud juga mengkonfirmasi kabar tersebut. Dia mengatakan, pelajar dari SMAN 5 Bandung telah meninggal dunia benar adanya.

"Berdasarkan informasi bahwa malam ada kejadian yang mengakibatkan meninggal, remaja, ternyata salah seorang siswa diduga anak SMAN 5, setelah dikonfirmasi benar," ujar Asyud.

2. Kronologi masih didalami kepolisian

Ilustrasi pengeroyokan (IDN Times/Aditya Pratama)

Hanya saja, mengenai kronologi penyebab meninggalnya pelajar tersebut masih belum diketahui secara jelas oleh Asyud. Berdasarkan informasi yang beredar, kedua sekolah ini terlibat bentrok.

"Cuma kaitan kronologis apakah itu tawuran, atau lain sebagainya itu masih didalami oleh kepolisian," ujarnya.

KCD VII Provinsi Jabar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pelajar ini. Asyud kembali menegaskan, untuk penyebab pastinya saat ini masih dalam penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Tapi intinya setalah kami mengonfirmasi ke sekolah bahwa betul ada anak siswa SMAN 5 yang meninggal di daerah Cihampelas. Cuma untuk pemicu dari faktor tersebut masih didalami oleh kepolisian," ucapnya.

Di sisi lain, Pemprov Jabar saat ini memang tengah fokus menguatkan mental para pelajar agar tidak melakukan tindakan kriminal yang mengarah pada geng motor dan tindakan anarkis lainnya.

Bahkan, Pemprov Jabar melarang pelajar khususnya SMA, SMK dan sederajat menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah dan menyarankan menggunakan kendaraan umum seperti angkot dan lainnya.

Adapun kebijakan tersebut nantinya akan tertuang dalam surat pernyataan bermaterai yang wajib ditandatangani pihak sekolah, orangtua, dan peserta didik tahun ajaran baru.

3. Pemprov Jabar melakukan upaya pencegahan sejak murid masuk SMA

Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Aditya Pratama)

Kepala Disdik Jabar, Purwanto, mengatakan skema ini bisa menjadi solusi bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah dan belum terjangkau transportasi umum. Hanya saja, hal itu berlaku bagi siswa di wilayah tertentu dengan jumlah yang banyak.

Di balik kebijakan larangan membawa motor, Purwanto menyebut ada sejumlah pertimbangan. Salah satunya untuk menekan perilaku konsumtif karena siswa harus mengeluarkan biaya bensin.

"Pertama, Pak Gubernur bahwa anak-anak menggunakan sepeda motor ini kan pemicu, yang pertama bagaimana anak-anak ini menjadi orang yang konsumtif. Karena misalnya dia butuh untuk bensin dan lain sebagainya," katanya.

Editorial Team