Bandung, IDN Times - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seharusnya memiliki bekal keterampilan yang bisa langsung digunakan untuk memasuki dunia kerja. Namun, kenyataannya, mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah masih menjadi tantangan bagi sebagian anak muda di Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat dalam laporan Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2026, lulusan SMK justru mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yakni sebesar 12,19 persen.
Meski angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi ini menunjukkan bahwa bekal pendidikan kejuruan belum sepenuhnya menjamin lulusan terserap di pasar kerja. Berikut sejumlah fakta mengenai pengangguran lulusan SMK di Jawa Barat.
BPS Jawa Barat mencatat TPT lulusan SMK pada Agustus 2026 mencapai 12,19 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya.
Posisi berikutnya ditempati lulusan SMA dengan TPT sebesar 10 persen. Sementara itu, lulusan SMP mencatat 5,69 persen, Diploma I/II/III sebesar 4,76 persen, dan lulusan perguruan tinggi atau Diploma IV hingga S3 sebesar 5,13 persen. Adapun kelompok pendidikan SD ke bawah memiliki TPT paling rendah, yakni 2,80 persen.
Tingginya angka pengangguran lulusan SMK menjadi perhatian tersendiri. Sebab, pendidikan kejuruan selama ini diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan dan kompetensi tertentu agar lebih mudah memasuki dunia kerja.