Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

  • Kabupaten Kuningan mencatat tingkat pengangguran terbuka 7,56 persen pada Agustus 2026, tertinggi di Rebana Metropolitan dan melampaui rata-rata Jawa Barat 6,67 persen.
  • Kuningan berada di peringkat ketujuh dari 27 kabupaten/kota dengan pengangguran tertinggi di Jawa Barat; selisih TPT dengan Majalengka di Rebana mencapai 3,99 poin persentase.
  • Pemkab Kuningan menyiapkan 70 paket pelatihan bagi 1.200 peserta sepanjang 2026 serta beasiswa kerja ke Jepang untuk meningkatkan kompetensi dan akses kerja masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Kuningan, banyak orang belum punya kerja. Jumlahnya 7,56 persen, paling tinggi di daerah Rebana. Pemerintah Kuningan mau membantu. Mereka menyiapkan 70 pelatihan untuk 1.200 orang pada 2026. Ada juga bantuan supaya orang bisa bekerja ke Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan pengangguran yang tinggi, Kuningan telah menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat kesiapan pencari kerja. Sebanyak 70 paket pelatihan bagi 1.200 peserta difokuskan pada keterampilan yang dibutuhkan industri, sementara beasiswa kerja ke Jepang membuka akses tambahan terhadap peluang kerja. Pendekatan ini menunjukkan perhatian pada peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuningan Jadi Daerah Paling Banyak Pengangguran di Rebana Metropolitan

Kuningan, IDN Times – Kabupaten Kuningan menjadi daerah dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di kawasan Rebana Metropolitan, Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026, TPT Kuningan mencapai 7,56 persen. Angka tersebut melampaui rata-rata pengangguran Jawa Barat yang tercatat sebesar 6,67 persen.

Tingginya angka tersebut juga menempatkan Kuningan di urutan ketujuh sebagai daerah dengan TPT tertinggi dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Jika dibandingkan dengan enam daerah lain yang masuk kawasan Rebana, posisi Kuningan bahkan terpaut cukup jauh dari Majalengka yang mencatatkan tingkat pengangguran terendah sebesar 3,57 persen.

Kondisi ini memperlihatkan masih adanya kesenjangan ketenagakerjaan antardaerah di kawasan Rebana Metropolitan. Di tengah pengembangan kawasan ekonomi tersebut, penyerapan tenaga kerja dan kesiapan sumber daya manusia lokal masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Kuningan menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja, mulai dari pelatihan berbasis keterampilan hingga program beasiswa kerja ke Jepang. Berikut tiga fakta mengenai tingginya angka pengangguran di Kabupaten Kuningan.

1. TPT Kuningan mencapai 7,56 persen, tertinggi di Rebana

Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Berdasarkan data Sakernas Agustus 2026, Kabupaten Kuningan mencatatkan TPT sebesar 7,56 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara tujuh kabupaten/kota yang masuk kawasan Rebana Metropolitan, sekaligus berada 0,89 poin persentase di atas rata-rata pengangguran Jawa Barat.

Kabupaten Subang menempati posisi kedua dengan TPT sebesar 6,77 persen, disusul Indramayu sebesar 6,38 persen dan Kabupaten Cirebon sebesar 6,28 persen. Sementara itu, Kota Cirebon mencatatkan angka 6,20 persen, Sumedang 6,05 persen, dan Majalengka menjadi daerah dengan tingkat pengangguran terendah sebesar 3,57 persen.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar antara daerah dengan TPT tertinggi dan terendah di kawasan Rebana. Selisih Kuningan dan Majalengka mencapai 3,99 poin persentase. Dari tujuh daerah tersebut, hanya Kuningan, Subang, dan Indramayu yang mencatatkan TPT di atas rata-rata Jawa Barat.

2. Kuningan masuk tujuh daerah dengan pengangguran tertinggi di Jabar

Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Jika dibandingkan dengan seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, posisi Kuningan juga tergolong tinggi. TPT sebesar 7,56 persen menempatkan daerah tersebut di peringkat ketujuh dari 27 kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran tertinggi di provinsi ini.

Angka tersebut menjadi gambaran tantangan penyerapan tenaga kerja yang masih dihadapi Kabupaten Kuningan. Persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kemampuan pencari kerja dalam memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi salah satu pendekatan yang disiapkan pemerintah daerah. Keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri diharapkan dapat memperbesar peluang masyarakat untuk memasuki pasar kerja.

3. Pemkab Kuningan siapkan 70 paket pelatihan untuk 1.200 peserta

Pencari kerja melamar pekerjaan di Job Fair di Smesco, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak hanya mengandalkan kegiatan bursa kerja atau job fair untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), pemerintah daerah juga menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Kuningan, Toto Toharudin, mengatakan pihaknya menyiapkan 70 paket pelatihan dengan sasaran 1.200 peserta sepanjang 2026. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal sehingga memiliki bekal yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

"Program tersebut diarahkan agar tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," kata Toto dikutip pada Jumat (6/11/2026).

Selain pelatihan, pemerintah daerah juga menyiapkan program beasiswa kerja ke Jepang sebagai salah satu upaya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pencari kerja terhadap peluang pekerjaan, termasuk di pasar kerja internasional.

“Peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi langkah penting agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang,” tuturnya.

Editorial Team

Related Article