Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kredit UMKM Jabar Tembus Rp192 T OJK Dorong Ekonomi Berbasis Komoditas
Bank Indonesia Perwakilan Cirebon mendorong petani kopi di wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka untuk memperluas pasar hingga mancanegara. Pengembangan komoditas itu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan mutu, kelembagaan, dan pemasaran. (IDN Times/Hakim Baihaqi)
  • Outstanding kredit UMKM Jawa Barat mencapai Rp192,63 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 1,47 persen tahunan dan menjangkau 3,47 juta rekening usaha.
  • Pertumbuhan ditopang kredit usaha kecil yang naik 6,77 persen dan menengah 2,58 persen, sementara mikro turun 2,56 persen; penyaluran terbesar berada di Kota Bandung.
  • KUR telah tersalurkan Rp19,67 triliun, sementara OJK mengembangkan pembiayaan berbasis komoditas unggulan melalui kemitraan terpadu untuk menghubungkan produksi, pembiayaan, dan rantai usaha UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sampai Juni 2026, banyak usaha kecil di Jawa Barat mendapat pinjaman uang sebanyak Rp192,63 triliun. OJK Jawa Barat bilang pinjaman ini naik sedikit dan dipakai 3,47 juta usaha. Kota Bandung paling banyak. Ada juga KUR Rp19,67 triliun. Sekarang OJK mau membantu usaha ternak, tanaman pangan, dan sayur supaya usaha di desa makin kuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertumbuhan pembiayaan UMKM Jawa Barat mencerminkan tetap terbukanya akses permodalan bagi jutaan pelaku usaha, terutama pada segmen kecil dan menengah. Penyaluran KUR serta pengembangan kemitraan terpadu berbasis peternakan, tanaman pangan, dan hortikultura menunjukkan pembiayaan mulai dihubungkan dengan kebutuhan produksi dan rantai usaha daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. Hingga Juni 2026, outstanding kredit UMKM di Jabar mencapai Rp192,63 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat nilai tersebut tumbuh 1,47 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Penyaluran kredit itu menjangkau 3,47 juta rekening pelaku usaha di Jawa Barat.

1. Kredit usaha kecil tumbuh 6,77 persen

Bareskrim Polri mengungkap tindak pidana penyelundupan berupa impor ilegal komoditas pangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. (Dok. Bareskrim)

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menuturkan, pertumbuhan kredit UMKM di Jawa Barat terutama ditopang oleh segmen usaha kecil dan menengah. Kredit usaha kecil tumbuh 6,77 persen secara tahunan, sedangkan kredit menengah meningkat 2,58 persen. Di sisi lain, kredit mikro masih mengalami kontraksi sebesar 2,56 persen YoY.

"Dari sisi wilayah, penyaluran kredit UMKM masih terkonsentrasi di sejumlah daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi. Kota Bandung menjadi wilayah dengan penyaluran terbesar, yakni mencapai Rp24,70 triliun," kata dia, Selasa (15/9/2026).

Posisi berikutnya ditempati Kota Bekasi sebesar Rp17,18 triliun, Kabupaten Bogor Rp16,78 triliun, Kabupaten Bekasi Rp13,72 triliun, dan Kabupaten Bandung Rp13,18 triliun. OJK menilai kondisi tersebut mencerminkan tingginya aktivitas sektor jasa keuangan sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap pembiayaan untuk kegiatan usaha di Jawa Barat.

2. KUR sudah salurkan Rp19,67 triliun

Manfaatkan KUR BRI, Pedagang Nanas Ini Sukses Kembangkan Produk Olahan yang Diminati Pasar (dok. BRI)

Selain kredit UMKM secara umum, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Barat juga terus berjalan. Hingga Juni 2026, penyaluran KUR tercatat mencapai Rp19,67 triliun. Sementara itu, outstanding KUR mencapai Rp18,10 triliun yang diberikan kepada 299.702 pelaku usaha.

Skema KUR mikro menjadi porsi terbesar dengan kontribusi 58,88 persen dari total outstanding. Setelahnya terdapat KUR Demand Rumah sebesar 11,82 persen dan KUR Supply Rumah sebesar 5,09 persen.

Sementara itu, KUR TKI memiliki porsi 0,14 persen, KIPK 0,08 persen, KUR Super Mikro 0,08 persen, dan KUA sebesar 0,02 persen. Penyaluran KUR terbesar berada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, serta Kabupaten Garut.

3. Rantai usaha UMKM harus dijaga

Salah satu nasabah KUR BRI yang menjalankan usahanya di pasar. (Dok. BRI)

OJK Jawa Barat tak hanya mendorong peningkatan penyaluran kredit, tetapi juga mengarahkan pembiayaan untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan. Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) berbasis komoditas unggulan, khususnya sektor peternakan, tanaman pangan, dan hortikultura.

"Program ini dikembangkan menggunakan skema kemitraan terpadu atau closed loop. Skema tersebut menghubungkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, koperasi, hingga offtaker dalam satu ekosistem," papar Darwisman.

Dengan pola tersebut, akses pembiayaan diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian kredit, tetapi terintegrasi dengan kebutuhan produksi dan rantai usaha para pelaku UMKM. OJK menilai penguatan akses pembiayaan dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketimpangan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Ke depan, OJK Jawa Barat akan memperkuat sinergi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan para pemangku kepentingan. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan literasi sekaligus memperluas akses keuangan agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin tangguh, berkeadilan, dan inklusif.

Editorial Team

Related Article