Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau Picu 132 Karhutla di Jabar, 196 Hektare Lahan Terbakar
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
  • Hingga 24 Agustus 2026, Jawa Barat mencatat 132 karhutla di 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan, dengan total 196,40 hektare lahan terbakar.
  • Sumedang mencatat insiden terbanyak, 20 kejadian, sedangkan Sukabumi mengalami area terbakar terluas 49,20 hektare; Majalengka, Kuningan, dan Cirebon juga terdampak signifikan.
  • BPBD dan Dinas Kehutanan Jabar memperkuat patroli, pemantauan, edukasi, serta koordinasi saat kemarau dan El Nino; warga diminta mencegah pembakaran serta segera melaporkan titik api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
10 Agustus 2026

BPBD Jawa Barat mencatat 90 kejadian karhutla di 72 kecamatan. Sumedang mencatat 16 kejadian, Majalengka 11 kejadian, dan Bandung 8 kejadian.

12 Agustus 2026

Dinas Kehutanan Jawa Barat mengintensifkan patroli, pemantauan hutan, sosialisasi, dan koordinasi lintas sektor untuk mencegah karhutla saat puncak kemarau dan El Nino.

24 Agustus 2026

Jumlah karhutla di Jawa Barat mencapai 132 kejadian di 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan. Total lahan terbakar mencapai 196,40 hektare.

26 Agustus 2026

BPBD Jawa Barat menyatakan Sumedang mengalami insiden terbanyak, yakni 20 kejadian. Sukabumi mengalami kerusakan lahan terluas, dengan 49,20 hektare terbakar dari 12 kejadian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 132 kebakaran hutan dan lahan terjadi di Jawa Barat, membakar total 196,40 hektare lahan hingga 24 Agustus 2026.
  • Who?
    BPBD Jawa Barat mencatat kejadian tersebut; Dinas Kehutanan Jawa Barat bersama berbagai pihak melakukan pencegahan dan mengimbau masyarakat melaporkan titik api.
  • Where?
    Kebakaran melanda 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan di Jawa Barat. Insiden terbanyak terjadi di Kabupaten Sumedang, sedangkan lahan terbakar terluas berada di Kabupaten Sukabumi.
  • When?
    Data BPBD Jawa Barat mencatat 132 kejadian hingga 24 Agustus 2026. Hadi Rahmat menyampaikan perkembangan tersebut pada 26 Agustus 2026.
  • Why?
    Kemarau, kekeringan, cuaca kering, curah hujan rendah, dan menurunnya kadar air vegetasi membuat hutan serta lahan rentan terbakar. Sebagian besar kejadian juga dikaitkan dengan kelalaian dan aktivitas manusia.
  • How?
    BPBD dan Dinas Kehutanan Jawa Barat mengintensifkan patroli, memantau tutupan hutan, melakukan sosialisasi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Warga diimbau tidak membakar lahan atau sampah dan segera melapor bila menemukan titik api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Musim kering membuat hutan dan tanah di Jawa Barat terbakar 132 kali. Api membakar 196 hektare lebih. Sumedang paling sering kebakaran. Sukabumi punya tanah terbakar paling luas. Sekarang BPBD dan banyak pihak berpatroli dan mengingatkan warga agar tidak membakar sampah atau lahan. Jika melihat api, warga diminta cepat melapor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah peningkatan kebakaran saat kemarau, respons Jawa Barat menunjukkan perhatian yang terarah pada pencegahan dan penanganan. BPBD dan Dinas Kehutanan mengintensifkan patroli, pemantauan, edukasi, serta koordinasi lintas sektor, sementara pelibatan warga dalam pelaporan dini memperkuat upaya agar risiko dan dampak terhadap masyarakat serta lingkungan dapat diminimalkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jawa Barat tercatat mengalami perluasan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengungkapkan, ada sebanyak 132 kejadian karhutla melanda 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 196,40 hektare, hingga 24 Agustus 2026.

Dari data tersebut, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan frekuensi bencana terbanyak, sedangkan Kabupaten Sukabumi menelan kerusakan lahan paling parah. Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, peristiwa Karhutla tersebar di berbagai daerah dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

"Hingga akhir Agustus ini, tercatat ada 132 kejadian karhutla di Jawa Barat. Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan insiden terbanyak yakni 20 kejadian yang membakar 21,68 hektare lahan di sebelas kecamatan dan 21 desa," ujar Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).

1. Kabupaten Sukabumi paling luar terdampak bencana Karhutla

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Sementara itu, dampak kerusakan terluas berada di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Dampak kemarau dan kekeringan memicu titik api membesar di area perkebunan dan hutan.

"Untuk dampak kerusakan lahan terluas terjadi di Kabupaten Sukabumi. Dari 12 kejadian yang tersebar di sebelas kecamatan dan 15 desa, total area yang terbakar mencapai 49,20 hektare," kata Hadi.

Selain dua wilayah tersebut, BPBD Jabar mencatat sejumlah daerah rawan lain dengan tingkat kerusakan tinggi. Kabupaten Majalengka membukukan 15 kejadian dengan luas area terbakar 25,91 hektare.

"Disusul Kabupaten Kuningan sebanyak sepuluh kejadian seluas 23,80 hektare, serta Kabupaten Cirebon dengan delapan kejadian seluas 20,73 hektare," ungkapnya.

2. Kobaran api merembet ke wilayah perkotaan

Ilustrasi kebakaran hutan (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Peristiwa karhutla juga melanda wilayah lain seperti Kabupaten Bandung dengan 13 kejadian seluas 16,80 hektare, Kabupaten Subang sebelas kejadian seluas 9,53 hektare, dan Kabupaten Purwakarta sepuluh kejadian seluas 8,22 hektare.

"Tak hanya kabupaten, pergerakan api turut merembet ke kawasan perkotaan seperti Kota Sukabumi, Kota Bandung, dan Kota Depok meski dalam skala yang lebih kecil," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana mengatakan, jajarannya saat ini tengah menerapkan langkah pencegahan untuk menekan potensi karhutla sedini mungkin di masa puncak musim kemarau disertai El Nino.

"Kami bersama berbagai pihak terus mengintensifkan patroli berkala di wilayah rawan, memantau kondisi tutupan hutan, menggalakkan sosialisasi edukatif, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi meminimalkan risiko karhutla," ujar Dodit, Rabu (12/8/2026).

3. Masyarakat diminta segera melapor jika ada potensi kebakaran hutan dan lahan

ilustrasi kebakaran hutan (william-reed.com)

Dodit menekankan, peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mitigasi kebakaran karhutla. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, menghindari pembakaran sampah di sekitar kawasan hutan, memastikan sisa api unggun padam sempurna, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Jika menemukan indikasi atau titik api, masyarakat diharapkan segera melapor ke instansi terdekat," katanya.

Kewaspadaan ekstra, lanjut dia, sangat krusial mengingat cuaca kering, curah hujan rendah, serta penurunan kadar air vegetasi membuat kawasan hutan dan lahan sangat rentan terbakar. Sebagian besar kejadian karhutla di Indonesia tercatat akibat kelalaian dan aktivitas manusia.

Dampak karhutla tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga mengancam habitat satwa liar, merusak kualitas tanah, mempercepat emisi gas rumah kaca, serta memicu asap yang menurunkan kualitas udara bagi kesehatan warga--khususnya anak-anak dan lansia.

"Menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan, penyedia air bersih, dan penyerap karbon merupakan tanggung jawab bersama," kata Dodit.

Melalui sinergi bersama seluruh pihak, BPBD Provinsi Jawa Barat berupaya mengurangi risiko kebakaran lahan dan memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu sehingga dampak terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

Berdasarkan data BPBD Jabar per 10 Agustus 2026, terjadi 90 karhutla di 72 kecamatan di Jawa Barat. Kebakaran karhutla terbanyak terjadi di Kabupaten Sumedang sebanyak 16 kejadian, Kabupaten Majalengka sebelas kejadian dan Kabupaten Bandung delapan kejadian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article