KDM Minta Semua Bupati Wali Kota di Jabar Live Bursa Kerja di Medsos

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan bupati dan wali kota membuka lowongan kerja secara transparan melalui siaran langsung media sosial, dengan program yang berjalan setiap Rabu.
Dedi menilai akses informasi lowongan harus ditangani pemerintah daerah karena mereka bersentuhan langsung dengan warga dan kawasan industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
Ia menyoroti minimnya perusahaan yang mengumumkan rekrutmen, serta meminta kepala daerah mendorong industri lebih terbuka agar peluang kerja masyarakat meningkat.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menginstruksikan seluruh kepala daerah di Jabar membuka secara transparan lowongan pekerjaan melalui siaran langsung di media sosial. Program tersebut pun kini sudah berjalan setiap hari Rabu.
KDM mengatakan, persoalan akses informasi lowongan kerja harus ditangani sampai ke daerah. Sebab, bupati dan wali kota merupakan kepala daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sekaligus memiliki wilayah industri dengan kebutuhan tenaga kerja yang besar.
"Jalan terus, hari ini di Depok (terkait bursa kerja). Saya itu kan sebenarnya Gubernur tuh memulai. Kan nggak mungkin Gubernur terus. Nah setelah itu Bupati dan Wali Kotanya mengadopsi konsep ini segera laksanakan agar perusahaan-perusahaan ini terbuka kesempatan kerjanya," kata Dedi, Rabu (23/9/2026).
1. Kepala daerah diminta berinisiatif buka lowongan kerja ke publik

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Menurut Dedi, apa yang sudah dilakukannya harus bisa ditiru hanya oleh pemerintah daerah, dengan berani membuat terobosan dalam membuka akses informasi pekerjaan. Sehingga, program yang kini berjalan harus diperluas oleh bupati dan wali kota.
"Saya ini sebenarnya hanya trigger saja. Nanti sekarang misalnya Kabupaten Bekasi, dia berkomitmen tiap hari Jumat live bursa kerja, Bupatinya langsung. Dan kemudian dia mendorong industri untuk terbuka. Jangan sampai dari 9.000 industri di Bekasi hanya 15 yang mengumumkan kesempatan kerja," katanya.
2. Banyak lowongan kerja tidak tersampaikan ke publik

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil KDM juga memandang, masih ada ketimpangan antara jumlah perusahaan dengan informasi lowongan yang diumumkan kepada masyarakat. Dia menilai peluang penyerapan tenaga kerja akan jauh lebih besar jika perusahaan aktif membuka kebutuhan tenaga kerjanya kepada publik.
"Ada 15 perusahaan yang mengumumkan kesempatan kerja kan lumayan sudah ada 300 lowongan kerja. Kalau 9.000 ngumumin, itu bisa 30.000 itu," katanya.
Dengan begitu, KDM meminta bupati dan wali kota tidak sekadar menjadi penonton dalam persoalan lapangan kerja. Menurutnya, kepala daerah harus mengambil peran langsung dengan memastikan informasi pekerjaan dapat diakses masyarakat.
"Tapi harus Bupati/Wali Kota mau mengikuti. Harus! Kan sebenarnya kan yang bertanggung jawab langsung terhadap ketersediaan lapangan kerja yang langsung bersentuhan tuh Bupati/Wali Kota," katanya.
3. Pemerintah daerah tinggal menjalankan apa yang sudah dibuat Pemprov Jabar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Lebih lanjut, dia mendorong kepala daerah di Jabar lebih kreatif mencari cara untuk mempertemukan masyarakat dengan perusahaan yang membutuhkan pekerja. Menurut KDM, pemerintah daerah tidak harus selalu membuat program baru karena pola yang sudah berjalan efektif dapat langsung diterapkan.
"Makanya kita hari ini mendorong agar para Bupati/Wali Kota kreatif. Dan cara kreatifnya sudah, program yang sudah efektif bisa dilaksanakan oleh Bupati/Wali Kota tinggal dilaksanakan," kata dia.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















