Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gubernur Jabar KDM Berpeluang Batalkan Tarik Utang Rp3,4 T ke PT SMI

Kota Bandung
2 min read
Gubernur Jabar KDM Berpeluang Batalkan Tarik Utang Rp3,4 T ke PT SMI
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Pemprov Jawa Barat belum memutuskan pinjaman Rp3,4 triliun ke PT SMI; Gubernur Dedi Mulyadi menyebut peluangnya makin kecil setelah evaluasi kemampuan keuangan daerah.

  • Angka Rp3,4 triliun bukan defisit APBD, melainkan proyeksi pendapatan yang tidak tercapai dan terkait kegiatan baru, bukan program yang sedang berjalan.

  • Kas daerah dinilai cukup hingga September 2026 jika tidak ada proyek baru; Pemprov dapat menggeser belanja kurang strategis ke tahun berikutnya untuk menghindari utang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum mengambil keputusan soal rencana menarik pinjaman Rp3,4 triliun ke PT. Sarana Multi Infrastruktur untuk menutup proyeksi kekurangan pendapatan daerah. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias KDM menyatakan kemungkinan tersebut saat ini sudah semakin mengecil.

Mengecilnya kemungkinan tersebut diketahui setelah pemerintah provinsi menghitung kembali kemampuan keuangan daerah. KDM menegaskan, angka Rp3,4 triliun tersebut bukan merupakan defisit APBD, melainkan proyeksi target pendapatan yang tidak tercapai.

"Belum. Sampai sekarang Pemprov Jabar belum berutang (terkait PT SMI)," kata KDM di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (22/9/2026).

  1. 1. KDM sebut kemungkinan pinjam ada namun jumlahnya kecil

    IMG-20260922-WA0036.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Menurut dia, Pemprov Jabar masih memiliki ruang untuk menyesuaikan belanja apabila target pendapatan tidak mencapai angka yang telah ditetapkan. Salah satunya dengan menggeser kegiatan yang dinilai tidak terlalu strategis untuk dilaksanakan pada tahun berikutnya.

    "Kalau Rp3,4 triliun, nanti bisa. Kalau dalam pandangan kita misalnya alokasi belanjanya sudah ada tapi dinilai tidak terlalu strategis dilaksanakan tahun ini, ya sudah geser saja tahun depan," katanya.

  2. 2. Tak ada proyek baru, kas dinilai cukup

    IMG-20260922-WA0034.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    KDM mengatakan hasil perhitungan pemerintah hingga September 2026 menunjukkan anggaran yang tersedia masih cukup untuk membiayai kegiatan yang telah berjalan. Syaratnya, Pemprov Jabar tidak menambah proyek atau kegiatan baru yang membutuhkan anggaran besar.

    "Hitungan kami sampai bulan sekarang, andai kata kami tidak membuat proyek baru, sudah cukup uangnya," ucapnya.

    Karena itu, KDM menegaskan proyeksi Rp3,4 triliun tersebut berkaitan dengan kegiatan baru yang belum dilaksanakan. Bukan anggaran untuk kegiatan yang sudah berjalan.

    "Jadi Rp3,4 triliun itu sebenarnya kegiatan-kegiatan yang baru, bukan kegiatan yang sudah dilaksanakan," katanya.

  3. 3. Utang ke PT SMI belum jadi pilihan

    IMG-20260919-WA0050.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Sebelumnya, opsi pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menjadi salah satu alternatif pembiayaan Pemprov Jabar untuk menghadapi tekanan fiskal.

    Namun, KDM mengatakan hingga kini pemerintah belum melakukan pinjaman tersebut. Pemerintah masih mengupayakan penyesuaian belanja agar kebutuhan pembiayaan tambahan dapat ditekan.

    KDM pun menegaskan dirinya lebih memilih untuk tidak menambah utang daerah selama kebutuhan belanja masih dapat dipenuhi melalui pengelolaan anggaran yang ada.

    "Tapi saya berusaha untuk tidak pinjam," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More