Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kurangi Kecanduan Gawai, Disdik Jabar Wajibkan Pelajar SMA Ikut Teater

Kota Bandung
3 min read
Kurangi Kecanduan Gawai, Disdik Jabar Wajibkan Pelajar SMA Ikut Teater
Ilustrasi Pelajar. (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Disdik Jawa Barat mewajibkan siswa SMA dan SMK mengikuti Teater Masuk Sekolah sejak tahun ini melalui Surat Edaran Nomor 107/PK.03.03/DISDIK.

  • Program ini ditujukan mengurangi kecanduan gawai dan risiko perundungan, sekaligus melatih karakter, olah rasa, berpikir, komunikasi, ekspresi, serta interaksi langsung siswa.

  • Sekolah bebas mengatur pelaksanaan, termasuk berkolaborasi dengan komunitas teater dan mengintegrasikan lintas pelajaran, dengan tetap menjaga keamanan, inklusivitas, perlindungan siswa, dan pembelajaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat membuat kewajiban para pelajar di SMA dan SMK untuk ikut kegiatan teater. Hal ini dilakukan guna mengurangi kecanduan gawai yang berdampak pada hal negatif seperti terjadinya perundungan.

Kebijakan itu mulai diterapkan sejak tahun ini dan tertuang dalam Surat Edaran Nomor 107/PK.03.03/DISDIK tentang Teater Masuk Sekolah sebagai Bagian dari Penguatan Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengklaim, melalui program Teater Masuk Sekolah, para murid bisa mengolah rasa dan pikiran. Para pelajar juga nantinya bisa memaksimalkan sisi kesenian.

"Teater masuk sekolah itu upaya kita untuk membuat anak-anak punya karakter yang baik. Pendidikan karakter itu kan olahraga, olah rasa, olah pikir, olah hati. Jadi pendidikan teater masuk sekolah itu untuk menghaluskan budi, seni estetika mereka," ujar Purwanto, Selasa (22/9/2026).

  1. 1. Mencegah perundungan di media sosial

    ilustrasi pelajar(IDN Times/Mardya Shakti)
    ilustrasi pelajar(IDN Times/Mardya Shakti)

    Selain itu, menurut dia, kegiatan teater juga bisa meminimalisir aktivitas negeri dari pelajar dalam bermain gawai yang memiliki kecendrungan negatif hingga akhirnya berujung pada perundungan. Sejumlah peristiwa dari perundungan pun kini sudah banyak ditemukan di Jabar.

    "Karena itu penting di kala anak-anak kita hari ini kecanduan HP kemudian banyaknya siswa-siswa yang bullying semacam itu kalau di sekolah," ucapnya.

    Dia mengungkapkan, teater memberi ruang bagi siswa untuk melakukan aktivitas bersama, berkomunikasi, berekspresi dan berinteraksi secara langsung. Karena itu, kegiatan tersebut tidak harus selalu berbentuk pementasan besar.

    "Teknisnya itu ya diserahkan ke sekolah. Kan sekolah mempunyai otonomi untuk menerapkan pembelajaran mendalam dari Kementerian. Pembelajaran mendalam itu salah satunya adalah kemitraan belajar," ujarnya.

  2. 2. Sekolah bisa melibatkan sanggar teater di daerah masing-masing

    Ilustrasi Pelajar SD (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi Pelajar SD (IDN Times/Mardya Shakti)

    Disdik Jabar memberikan kesempatan untuk seluruh sekolah bisa berkolaborasi dengan komunitas teater yang ada di daerah masing-masing dalam menindaklanjuti Surat Edaran tersebut.

    "Nah itu bisa menggandeng komunitas sanggar teater atau apapun untuk membuat produksi pementasan atau mengapresiasi sekadar mengapresiasi gitu ya atau latihan, nanti bisa diserahkan ke sekolah menjadi kokurikuler," ungkapnya.

    Lebih lanjut, Purwanto mengungkapkan, Bahasa Indonesia, seni budaya, PPKn hingga pendidikan agama dapat dikolaborasikan melalui sebuah pertunjukan teater.

    "Karena di kebijakan Kementerian itu sekarang salah satu untuk mencapai kelulusan salah satunya menggunakan kokurikuler. Kokurikuler itu ada lintas mata pelajaran, nanti di situ ada pelajaran kesenian, seni budaya, Bahasa Indonesia, PKN, agama bisa dikemas dalam satu pertunjukan namanya teater. Itu keren banget kalau diterapkan dengan baik," kata dia.

  3. 3. Sekolah wajib menindaklanjuti SE tersebut

    IMG-20250807-WA0046.jpg
    Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Purwanto memastikan, Teater Masuk Sekolah bukan sekadar kegiatan tambahan yang boleh dipilih sekolah. Program tersebut menjadi kebijakan yang wajib diterapkan SMA dan SMK di Jawa Barat.

    "Ya karena itu sudah bersifat surat edaran ke sekolah ya dan kebijakan Pak Gubernur, sekolah-sekolah wajib menerapkan ini ya dalam bentuk mandiri, guru seni budaya boleh di situ membuat pentas pertunjukan, produksi pertunjukan atau apresiasi atau berkolaborasi dengan komunitas-komunitas atau seniman-seniman dari luar gitu," katanya.

    Dalam surat edaran, pelaksanaan Teater Masuk Sekolah tetap harus memperhatikan keamanan, inklusivitas dan perlindungan siswa. Kegiatan juga harus disesuaikan dengan usia serta tahap perkembangan peserta didik dan tidak boleh mengganggu pembelajaran.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More