7 OPD di Jabar Bakal Diintegrasikan, Struktur Setda Juga Akan Diubah

- Pemprov Jawa Barat menyiapkan integrasi tujuh OPD, meski jumlah finalnya masih dibahas dengan pertimbangan ukuran organisasi yang efektif dan efisien.
- Satu perangkat daerah baru diproyeksikan menangani aset dan BUMD, untuk mengoptimalkan pengelolaan serta memperkuat perannya sebagai mitra strategis.
- Struktur Setda Jabar yang memiliki sembilan biro juga berpotensi diintegrasikan dan ditajamkan, demi mendukung target pemerintahan melalui transformasi kelembagaan sesuai ketentuan.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan penataan kelembagaan melalui integrasi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Proyeksi awal, terdapat tujuh OPD yang akan diintegrasikan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, jumlah OPD yang akan diintegrasikan masih dalam pembahasan. Menurutnya, penataan kelembagaan dilakukan dengan mempertimbangkan ukuran organisasi agar tetap efektif dan efisien.
"Nanti kita lihat. Yang penting tepat ukuran," ujar Herman saat ditemui di Bandung, Selasa (22/9/2026).
1. Ada OPD baru yang tangani aset dan BUMD

Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zul Khairil) Herman mengatakan, selain integrasi tujuh OPD, Pemprov Jabar juga menyiapkan satu perangkat daerah baru yang berkaitan dengan pengelolaan aset dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Dia mengungkapkan, pembentukan perangkat daerah tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengelolaan aset dan BUMD di lingkungan Pemprov Jabar.
"Proyeksi kemarin ada tujuh OPD yang diintegrasikan, tapi ada satu OPD yang baru terkait dengan aset dan BUMD," katanya.
Ia menjelaskan, penataan tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan aset dan BUMD secara lebih optimal, termasuk dalam konteks penguatan peran perangkat daerah sebagai mitra strategis.
"Makanya aset dan BUMD direncanakan untuk dijadikan satu perangkat daerah," ujarnya.
2. Struktur Setda Jabar juga bakal ditajamkan

Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Tak hanya OPD, Herman menyebut, struktur Sekretariat Daerah (Setda) Jawa Barat juga berpotensi mengalami perubahan. Saat ini terdapat sembilan biro di lingkungan Setda Jabar.
Herman menjelaskan, sejumlah biro kemungkinan akan diintegrasikan sesuai kebutuhan organisasi. Penataan tersebut juga dapat berdampak pada pembagian fungsi sejumlah biro, termasuk yang menangani investasi.
"Ya, nanti ada konsekuensi. Ada penajaman juga di Setda. Setda itu kan sembilan biro, kemungkinan ada juga yang diintegrasikan sesuai dengan kebutuhan organisasi," kata dia.
3. Pemprov Jabar pastikan untuk efektivitas

Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Restrukturisasi tersebut, kata dia, bukan semata-mata untuk mengubah struktur pemerintahan. Pemprov Jabar ingin memastikan organisasi bekerja secara efektif dan efisien untuk mendukung target pemerintahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Pokoknya bagaimana organisasi Pemda Provinsi Jawa Barat efektif, efisien untuk mewujudkan Jawa Barat Istimewa," katanya.
Ia mengatakan, kelembagaan, tata laksana, sumber daya manusia, hingga manajemen kinerja merupakan instrumen untuk mencapai target tersebut.
Herman menambahkan, proses transformasi kelembagaan tetap dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Ia menyebut perubahan struktur tersebut diarahkan untuk memperbaiki proses kerja pemerintahan.
"Makanya kami melakukan transformasi untuk perbaikan proses ini, ujungnya tetap Jawa Barat Istimewa," kata dia.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























