Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hirup Asap Kebakaran di Punclut, Empat Lansia Harus Dirawat di Puskesmas
Kebakaran di lahan kosong area Punclut, Kota Bandung, Senin (14/9/2026) malam. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Empat lansia dirawat di Puskesmas Cidadap akibat ISPA setelah terpapar asap kebakaran lahan kosong di Punclut; total 11 warga telah melapor ke posko kesehatan.
  • Kebakaran melanda lebih dari dua hektare bekas tempat pembuangan sampah sejak malam sebelumnya. Setelah 13 jam, titik api masih muncul, dipicu lereng, angin kencang, tanah labil, dan dugaan gas metan.
  • Asap menjangkau permukiman, sekolah, hingga RS Salamun. Pemerintah setempat membuka posko kesehatan dan pengungsian, serta meminta siswa SMP 52 memakai masker saat kegiatan belajar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Empat kakek dan nenek di Bandung dirawat karena menghirup asap kebakaran. Api membakar tanah kosong sejak malam. Asap masuk ke rumah, sekolah, dan rumah sakit. Petugas masih memadamkan api dengan banyak air. Ada pos kesehatan dan tempat mengungsi. Anak-anak di sekolah diminta memakai masker.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kondisi yang menantang, respons lintas pihak terlihat sigap melalui pembukaan posko kesehatan dan pengungsian, pemantauan warga terdampak, serta perlindungan bagi siswa dengan penggunaan masker. Upaya pemadaman yang dilakukan secara all out dan kolaboratif juga menunjukkan perhatian untuk menangani titik api secara menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Empat orang lanjut usia (lansia) dilarikan ke Puskesmas Cidadap, Kota Bandung, pada Selasa (15/9/2026). Mereka terindikasi mengalami ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) akibat terpapar asap kebakaran lahan kosong yang terjadi sejak Senin (14/9/2026) malam hingga hari ini.

"Sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 11 warga yang melaporkan kesehatannya ke posko dan 4 di antaranya ISPA (akibat terpapar kena asap kebakaran)," ujar Camat Cidadap Maulana Fatahudin.

Maulana mengatakan, lahan yang terbakar seluas dua hektare lebih. Lahan itu merupakan lahan bekas tempat pembuangan sampah sementara. Sudah 13 jam sejak semalam, titik api masih terus ditemukan petugas. Ancaman longsor akibat tanah yang labil serta gas metan juga menjadi ancaman petugas.

"Dari semalam masih bau gas. Diduga gas metan," katanya.

Maulana menuturkan, lebih dari 40 ribu liter dari mobil pemadam sudah digunakan untuk memadamkan api. Namun karena lokasi kebakaran berada di lereng gunung, menyebabkan angin kencang yang kembali memicu titik api.

"Dari informasi dan saksi, api itu berawal dari bawah lereng. Entah sengaja di bakar atau yang buang rokok? Kita masih dalami penyebabnya," kata dia.

Kepulan asap akibat kebakaran ini pun, juga merambat ke rumah warga, sekolah yang ada di dekat lokasi kejadian serta merambat ke rumah sakit Salamun, yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian.

"Asap itu dari kemarin kumpulan asap itu masuk ke wilayah warga. Termasuk ke sekolah. Bahkan ke titik ke rumah sakit Salamun," ucapnya.

Mitigasi sementara yang dilakukan forkompimcam Cidadap, mereka membangun posko kesehatan juga posko pengungsian di kelurahan bagi warga yang terdampak asap kebakaran ini.

"Kami juga kerja sama dengan kepala sekolah SMP 52 karena di bawah ada sekolah, agar anak-anaknya dalam kegiatan KBM hari ini menggunakan masker," katanya.

Maulana menyebut kebakaran ini tidak hanya terjadi sekali ini. Berdasarkan catatan dia sempat terjadi kebakaran beberapa kali dan pemadamannya dilakukan lebih dari tiga hari.

"Makanya hari ini dari pemadam all out, gimana caranya supaya tidak kecolongan lagi (ada titik api yang tidak dipadamkan). Ini kita sengaja kolaborasi ya biar cepat gitu," ucapnya.

Editorial Team

Related Article