Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui pengelolaan sampah di Kota Bandung saat ini masih didominasi pendekatan reaktif dan responsif terhadap persoalan yang muncul di lapangan. Menurutnya, investasi dan perencanaan jangka panjang di sektor persampahan masih perlu diperkuat agar persoalan sampah tidak terus berulang.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat menanggapi hasil penelitian Climate Opportunity Investment yang dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), sejumlah mitra dari Inggris, serta International Finance Corporation (IFC), anggota World Bank Group.
“Yang kita lakukan sekarang bukan investasi terhadap pengelolaan sampah. Kita lebih banyak melakukan penanganan sampah yang bentuknya reaktif dan responsif, bukan perencanaan jangka panjang,” kata Farhan.
Ia menilai hasil penelitian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat arah kebijakan lingkungan Kota Bandung, terutama pada sektor pengelolaan sampah, air bersih, dan kualitas udara.
