Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berdayakan Perempuan Pengrajin, Tas Asal Bandung Tembus Malaysia. Dok Istimewa
  • Nubuk, brand tas asal Bandung, menembus pasar Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam lewat produk woven suede buatan tangan pengrajin lokal.
  • Produksi tas melibatkan pengrajin, termasuk penganyam Tasikmalaya; satu tas woven suede dikerjakan manual hingga delapan jam untuk menjaga kualitas.
  • Nubuk memperluas pasar melalui pameran, komunitas Malaysia, toko offline, serta inovasi koleksi Orby, Dotty reversible, dan Nalu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Nubuk dari Bandung membuat tas anyaman dengan bantuan pengrajin di Tasikmalaya. Satu tas bisa dibuat sampai delapan jam. Tas ini sekarang dijual ke Malaysia, Singapura, dan Brunei. Ayala Maghfira senang karena karya pengrajin lokal bisa dikenal banyak orang. Nubuk juga membuat tas baru seperti Orby, Dotty, dan Nalu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perjalanan Nubuk menunjukkan bahwa perluasan pasar dapat berjalan seiring dengan keterlibatan nyata pengrajin lokal. Pengerjaan anyaman manual yang membutuhkan ketelitian hingga delapan jam memberi identitas kuat pada produk, sementara inovasi desain dan komunitas pelanggan di Malaysia membantu karya dari Bandung serta Tasikmalaya hadir lebih dekat kepada konsumen Asia Tenggara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Produk kerajinan lokal asal Bandung kembali menunjukkan potensinya di pasar internasional. Kali ini, Nubuk, brand tas lokal asal Bandung, membawa produk tas berbahan woven suede hasil pengerjaan tangan pengrajin lokal hingga ke sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Menariknya, di balik produk yang kini menjangkau konsumen luar negeri tersebut, terdapat keterlibatan pengrajin lokal dalam setiap tahap produksi. Nubuk menggandeng pengrajin di sejumlah daerah, termasuk para penganyam di Tasikmalaya, untuk menghasilkan koleksi tas dengan teknik anyaman tangan.

Owner Nubuk Bags, Ayala Maghfira, mengatakan pemberdayaan pengrajin lokal menjadi bagian penting dari perjalanan brand yang dibangunnya. Baginya, keberhasilan membawa produk ke pasar luar negeri bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kesempatan memperkenalkan keterampilan para pengrajin Indonesia.

"Bagi kami, bisa membawa karya teman-teman pengrajin Bandung sampai ke tangan konsumen di Malaysia, Singapura, dan Brunei itu pencapaian yang sangat berarti. Ini membuktikan kalau produk buatan lokal bukan cuma bisa bertahan, tapi juga punya daya saing yang kuat di Asia Tenggara," tutur Ayala, Jumat (6/11/2026).

1. Utamakan pengerjaan oleh pengrajin lokal

Berdayakan Perempuan Pengrajin, Tas Asal Bandung Tembus Malaysia. Dok Istimewa

Salah satu produk andalan Nubuk adalah tas berbahan woven suede yang dibuat menggunakan teknik anyaman manual. Proses pembuatannya melibatkan pengrajin lokal, mulai dari penyediaan bahan, penganyaman, hingga penjahitan.

Khusus proses penganyaman, Nubuk memberdayakan pengrajin dari satu daerah di Tasikmalaya. Material suede dianyam satu per satu secara manual untuk menghasilkan tampilan khas pada setiap tas.

Proses pengerjaan satu tas woven suede bahkan membutuhkan waktu hingga delapan jam. Ketelitian dan keterampilan tangan pengrajin menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas produk sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Melalui proses produksi tersebut, Nubuk membuka ruang bagi keterlibatan pengrajin lokal dalam industri fashion. Keterampilan menganyam yang dimiliki masyarakat daerah pun memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

2. Produk lokal Bandung mulai diminati konsumen luar negeri

Berdayakan Perempuan Pengrajin, Tas Asal Bandung Tembus Malaysia. Dok Istimewa

Perjalanan Nubuk tidak berhenti di pasar domestik. Brand ini kini telah menjangkau konsumen di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Salah satu daya tarik produknya adalah gaya minimalist with a twist. Konsep tersebut menggabungkan desain minimalis dengan detail unik sehingga tas tetap mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Nubuk juga aktif mengikuti berbagai pameran dan kegiatan penjualan di Singapura dan Malaysia. Bahkan, di Malaysia, brand ini membangun komunitas Teman Nubuk Malaysia sebagai wadah bagi pelanggan setianya.

Kehadiran toko offline Nubuk di By the Sea PIK juga menjadi salah satu cara menjangkau konsumen internasional. Tidak sedikit pengunjung dari luar negeri yang memilih produk tas tersebut sebagai buah tangan ketika berkunjung ke Indonesia.

3. Terus berinovasi lewat koleksi tas terbaru

Berdayakan Perempuan Pengrajin, Tas Asal Bandung Tembus Malaysia. Dok Istimewa

Di tengah upaya memperluas pasar, Nubuk juga terus mengembangkan desain produknya agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Salah satu koleksi yang mendapat respons positif adalah Orby, yang diluncurkan pada 2024 dan menjadi salah satu produk terlaris Nubuk. Setelah itu, brand ini menghadirkan Dotty dengan konsep reversible atau dua sisi yang dapat digunakan bergantian sehingga memberikan dua tampilan berbeda dalam satu tas.

Nubuk juga memperkenalkan Nalu, tas berkapasitas besar yang dirancang untuk menunjang aktivitas bekerja maupun kebutuhan sehari-hari. Berbagai inovasi tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan koleksi woven suede yang menjadi salah satu produk andalannya.

Bagi Nubuk, memperluas pasar bukan hanya tentang memperkenalkan sebuah merek ke negara lain. Ada keterampilan pengrajin lokal yang ikut dibawa dalam setiap produk, sekaligus peluang agar karya mereka semakin dikenal oleh konsumen internasional.

Koleksi Nubuk dapat diperoleh melalui website, Shopee, dan toko resminya, dengan layanan pengiriman ke Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Editorial Team

Related Article