TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

BLT BBM Pemprov Jabar Sudah Habis 45,51 Persen

Bantuan akan diberikan ke 3,8 juta Keluarga Penerima Manfaat

Warga Kota Bandung penerima BLT BBM subsidi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) belum lama ini memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Bantuan ini diberikan pada 3,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain itu, bantuan juga diberikan melalui perusahaan negara PT Pos Indonesia. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar, Dodo Suhendar mengatakan, hingga saat ini persentase penyaluran BLT BBM di Jawa Barat sudah mencapai 45,51 persen atau 1.767.527 KPM.

"Persentase penyaluran sampai Rabu (14/9/2022) sore kemarin sudah mencapai sekitar 45 persen," kata Dodo, melalui keterangan resmi, Sabtu (17/9/2022).

1. Bantuan diberikan selama dua tahap

Warga Kota Bandung penerima BLT BBM subsidi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dodo mengatakan setiap KPM mendapay bantuan BLT BBM sebesar Rp150.000 setiap bulannya selama empat bulan, terhitung sejak September hingga Desember 2022.

"Total bantuan yang diterima setiap KPM sebesar Rp600.000. Bantuan disalurkan dengan dua tahap, setiap dua bulan sekali," ucapnya.

2. Diberikan bantuan tunai agar masyarakat berbelanja

Warga Kota Bandung penerima BLT BBM subsidi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dodo mengungkapkan dialihkannya sebagian subsidi BBM ke BLT ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi dan inflasi tetap terjaga.

"Kami juga mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan BLT untuk tidak risau. Kami selalu update data bisa dilakukan setiap hari, tidak harus menunggu enam bulan seperti dulu," ungkapnya.

3. Pendataan tingkat desa diharapkan bisa lebih maksimal

Warga Kota Bandung penerima BLT BBM subsidi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dodo memastikan, penyaluran BLT BBM di seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat hingga saat ini masih berjalan dengan baik dan tidak menemui kendala yang berarti.

"Jika ada KPM yang berhak mendapatkan BLT namun belum masuk dalam data penerima manfaat, sebaiknya dimasukkan ke DTKS oleh pihak desa atau kelurahan," tuturnya.

Baca Juga: 5.632 Warga Kota Serang Bakal Terima BLT BBM

Baca Juga: Hanya Ada 2,7 Juta Keluarga di Jabar Dapat BLT BBM

Berita Terkini Lainnya