TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Oknum Pimpinan Ponpes di Kabupaten Bandung Diduga Cabuli Santriwati

Terkuak usai korban baru berani membuat laporan kepolisian

Ilustrasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Kabupaten Bandung, IDN Times - Oknum pimpinan sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) yang terletak di wilayah Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, diduga telah melakukan tindakan pencabulan terhadap sejumlah santriwatinya.

Kuasa hukum korban yaitu Deky Rodiana mengatakan, tindakan pencabulan yang dilakukan oleh oknum pimpinan ponpes tersebut terhadap santiwatinya mulai terkuak usai korban yang didampingi baru berani membuat laporan ke pihak yang berwajib.

"Dugaan tindakan pencabulan ini terbongkar baru baru ini, setelah korban yang saya dampingi berani membuat laporan ke pihak berwajib," ujar Deky, saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (15/8/2022).

1. Keberkahan ilmu jadi tipu daya oknum

Ilustrasi pencabulan. (IDN Times/Sukma Shakti)

Deky menuturkan, korban yang merupakan santriwati di Ponpes tersebut memiliki karakter penurut, sehingga ketika diperdaya atas nama keberkahan ilmu dari Pimpinan Ponpes tindakan pencabulan itu pun terjadi terhadap korban.

"Korban merupakan santriwati di Ponpes itu, Di mana karakternya sangat nurut, apa yang disuruh akhirnya diperdaya dengan bahasa bahasa nanti tidak berkah ilmunya, dan secara hukum harus nurut," tutur Deky.

2. Diduga modus pengobatan alternatif

Ilustrasi pencabulan (IDN Times/Sukma Shanti)

Selain itu Deky mengaku, berdasarkan keterangan yang ia dapatkan dari korban, oknum Pimpinan Ponpes tersebut pun memiliki modus praktek pengobatan alternatif dalam melakukan aksi bejatnya.

"Ada curhatan dan beberapa pernyataan juga karena oknum Pimpinan Ponpes ini masih membuka praktek pengobatan alternatif, kita juga harus menindaklanjutinya kalau tidak akan terus menerus kejadiannya," kata Deky.

3. Pihak kuasa hukum telah membuat laporan kepolisan

Ilustrasi kasus pencabulan anak. IDN Times/ istimewa

Atas dugaan tindakan pencabulan tersebut, Deky mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah hukum dengan membuat laporan kepolisian di Polresta Bandung.

"Dari situ kita coba laporan ke Polresta Bandung, ada beberapa secara teknis, itu yang kita diskusikan kemarin kita lengkapi," ujar Deky.

Berita Terkini Lainnya