Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tanda Rumah Sudah Tidak Aman dari Risiko Longsor

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Intinya sih...
  • Muncul retakan pada tanah dan bangunan, menunjukkan pergerakan tanah di bawah permukaan.
  • Sistem drainase buruk dan genangan air tak wajar dapat membuat tanah menjadi jenuh dan mudah bergerak.
  • Perubahan posisi bangunan dan lingkungan sekitar bisa menjadi indikator pergeseran tanah yang sering luput dari perhatian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tinggal di wilayah perbukitan atau lereng bukan berarti harus hidup dalam rasa takut. Namun, memahami kondisi lingkungan sekitar rumah menjadi hal penting untuk menghindari risiko longsor yang sering datang tanpa disadari.

Banyak kasus longsor sebenarnya diawali oleh tanda-tanda kecil yang muncul jauh sebelum kejadian. Sayangnya, tanda ini kerap dianggap sepele karena tidak langsung menimbulkan dampak besar.

Ketidaktahuan atau sikap menunda sering membuat penghuni rumah baru sadar ketika kondisi sudah membahayakan. Padahal, semakin cepat tanda dikenali, semakin besar peluang melakukan langkah pencegahan.

Agar tidak terlambat, berikut beberapa tanda rumah sudah tidak aman dari risiko longsor yang perlu diwaspadai sejak dini. 

1. Muncul retakan pada tanah dan bangunan

ilustrasi longsor (pexels.com/Elina Volkova)
ilustrasi longsor (pexels.com/Elina Volkova)

Retakan pada tanah di sekitar rumah, terutama yang semakin melebar atau memanjang, menjadi salah satu tanda paling umum risiko longsor. Retakan ini menunjukkan adanya pergerakan tanah di bawah permukaan.

Tak hanya di tanah, dinding rumah yang mulai retak tanpa sebab jelas juga patut diwaspadai. Jika retakan terus bertambah meski bangunan tidak mengalami renovasi, bisa jadi struktur tanah di bawahnya sudah tidak stabil.

2. Sistem drainase buruk dan genangan air tak wajar

Ilustrasi tanah longsor dan banjir (Dok. BNPB)
Ilustrasi tanah longsor dan banjir (Dok. BNPB)

Air memiliki peran besar dalam memicu longsor. Saluran air yang sering tersumbat atau aliran air yang berubah arah dapat membuat tanah menjadi jenuh dan mudah bergerak.

Jika di sekitar rumah sering muncul genangan air, rembesan dari tanah, atau mata air kecil yang sebelumnya tidak ada, itu bisa menjadi tanda tekanan air di dalam tanah meningkat. Kondisi ini sangat berisiko, terutama saat musim hujan.

3. Perubahan posisi bangunan dan lingkungan sekitar

Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Pintu atau jendela yang tiba-tiba sulit ditutup, lantai terasa miring, hingga pagar yang condong tanpa sebab jelas bisa menjadi indikator pergeseran tanah. Perubahan ini biasanya terjadi perlahan dan sering luput dari perhatian.

Selain bangunan, perhatikan juga kondisi lingkungan sekitar seperti pohon atau tiang listrik yang mulai miring. Jika banyak elemen di sekitar rumah mengalami kemiringan serupa, risiko longsor patut diwaspadai.

Mengenali tanda rumah tidak aman dari risiko longsor adalah langkah awal untuk melindungi diri dan keluarga. Semakin peka terhadap perubahan kecil, semakin besar peluang mencegah kejadian fatal.

Menurut kamu, tanda apa lagi yang sering muncul tapi kerap diabaikan warga?

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Mitos Vs Fakta soal Penyakit Musim Hujan yang Masih Banyak Dipercaya

25 Jan 2026, 22:18 WIBLife