Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mitos Vs Fakta soal Penyakit Musim Hujan yang Masih Banyak Dipercaya

Ilustrasi wanita sakit (freepik.com/freepik)
Ilustrasi wanita sakit (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Kehujanan tidak langsung membuat sakit, tapi bisa menurunkan daya tahan tubuh
  • Air hujan tidak selalu bersih dan aman, bisa membawa polutan dan kuman
  • Penyakit musim hujan tidak hanya menyerang anak-anak, semua usia rentan terkena penyakit
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan sering identik dengan meningkatnya risiko penyakit. Saat curah hujan tinggi, banyak orang jadi lebih waspada, tapi tidak sedikit pula yang masih terjebak pada informasi keliru.

Berbagai mitos tentang penyakit musim hujan terus beredar dan dipercaya turun-temurun. Sayangnya, mitos ini justru bisa membuat upaya pencegahan jadi kurang tepat sasaran.

Padahal, memahami fakta medis yang benar sangat penting agar kita bisa melindungi diri dan orang terdekat secara efektif. Apalagi, kondisi lingkungan yang lembap memang mendukung penyebaran penyakit.

Supaya tidak salah kaprah, yuk bedah beberapa mitos dan fakta soal penyakit yang sering muncul saat musim hujan.

1. Kehujanan langsung bikin sakit

ilustrasi seseorang sakit punggung (freepik.com/nensuria)
ilustrasi seseorang sakit punggung (freepik.com/nensuria)

Mitos yang paling sering dipercaya adalah kehujanan pasti membuat orang jatuh sakit. Faktanya, hujan itu sendiri tidak menyebabkan penyakit, melainkan virus atau bakteri yang menyerang tubuh.

Namun, kehujanan bisa menurunkan daya tahan tubuh jika diikuti kondisi dingin, lelah, dan tubuh dibiarkan basah terlalu lama. Inilah yang membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

2. Air hujan selalu bersih dan aman

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Vlad Chețan)
ilustrasi hujan asam (pexels.com/Vlad Chețan)

Banyak orang mengira air hujan aman karena berasal dari alam. Faktanya, air hujan yang turun bisa membawa polutan, debu, dan kuman dari udara maupun permukaan yang dilaluinya.

Genangan air hujan juga berpotensi tercemar limbah dan kotoran. Inilah alasan penyakit seperti diare, leptospirosis, dan penyakit kulit sering meningkat saat musim hujan.

3. Penyakit musim hujan hanya menyerang anak-anak

Ilustrasi anak sedang sakit (freepik.com/freepik)
Ilustrasi anak sedang sakit (freepik.com/freepik)

Anggapan bahwa hanya anak-anak yang rentan sakit saat musim hujan adalah mitos. Faktanya, semua kelompok usia bisa terkena penyakit jika daya tahan tubuh menurun dan lingkungan tidak higienis.

Orang dewasa bahkan sering mengabaikan gejala awal karena merasa tubuhnya kuat. Akibatnya, penyakit justru terlambat ditangani dan bisa menjadi lebih serius.

Memilah mana mitos dan mana fakta adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan di musim hujan. Dengan informasi yang benar, kita bisa lebih siap menghadapi risiko penyakit tanpa panik berlebihan.

Kalau menurut kamu, mitos apa lagi soal penyakit musim hujan yang masih sering dipercaya di lingkungan sekitar?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Mitos Vs Fakta soal Penyakit Musim Hujan yang Masih Banyak Dipercaya

25 Jan 2026, 22:18 WIBLife