Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kesalahan Kecil yang Diam-diam Memicu Longsor, Awas Loh!

Ilustrasi tanah longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi tanah longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Mengubah lahan tanpa memperhatikan kontur tanah
  • Sistem drainase yang dibiarkan tidak berfungsi
  • Menebang pohon tanpa penanaman pengganti
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bencana longsor sering dianggap sebagai peristiwa alam yang sepenuhnya terjadi karena faktor cuaca atau kondisi geografis. Padahal, ada banyak kebiasaan manusia yang tanpa disadari justru memperbesar risiko terjadinya longsor.

Di berbagai daerah rawan, longsor kerap dipicu oleh kesalahan kecil yang terlihat sepele dalam kehidupan sehari-hari. Karena dampaknya tidak langsung terasa, kebiasaan ini sering terus dilakukan.

Padahal, ketika faktor alam dan ulah manusia saling bertemu, potensi bencana bisa meningkat drastis. Apalagi di musim hujan, kesalahan kecil bisa berujung pada dampak besar.

Agar lebih waspada, berikut beberapa kesalahan kecil yang diam-diam bisa memicu terjadinya longsor di lingkungan sekitar.

 

1. Mengubah lahan tanpa memperhatikan kontur tanah

Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Pemotongan tebing untuk memperluas lahan rumah atau kebun sering dilakukan tanpa perhitungan teknis. Padahal, mengubah kontur tanah dapat menghilangkan penahan alami yang menjaga kestabilan lereng.

Tanpa penguatan struktur seperti talud atau terasering, tanah menjadi lebih mudah bergerak saat terkena air hujan. Kesalahan ini kerap terjadi di wilayah perbukitan yang mulai padat permukiman.

2. Sistem drainase yang dibiarkan tidak berfungsi

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Saluran air yang tersumbat sampah atau tanah membuat air hujan tidak mengalir dengan baik. Akibatnya, air meresap berlebihan ke dalam tanah dan meningkatkan tekanan di bawah permukaan.

Kondisi ini membuat tanah menjadi jenuh dan kehilangan daya ikat. Jika dibiarkan terus-menerus, risiko longsor bisa meningkat tanpa disadari oleh warga sekitar.

3. Menebang pohon tanpa penanaman pengganti

ilustrasi batang pohon (pexels.com/Michael Morse)
ilustrasi batang pohon (pexels.com/Michael Morse)

Akar pohon berperan penting dalam menahan tanah agar tetap stabil. Penebangan pohon di lereng atau sekitar rumah tanpa penanaman kembali dapat melemahkan struktur tanah.

Tanah yang kehilangan penahan alami akan lebih mudah terkikis air hujan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menjadi pemicu utama longsor, terutama di daerah rawan.

Mencegah longsor tidak selalu membutuhkan langkah besar, tetapi dimulai dari menghentikan kesalahan kecil yang sering dianggap remeh. Dengan lebih peduli pada lingkungan sekitar, risiko bencana bisa ditekan sejak dini.

Menurut kamu, kebiasaan apa lagi yang sering dilakukan warga tapi berpotensi memicu longsor?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Mitos Vs Fakta soal Penyakit Musim Hujan yang Masih Banyak Dipercaya

25 Jan 2026, 22:18 WIBLife