Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Tabungan, Giro, dan Deposito yang Sering Disalahpahami

Ilustrasi Bank (pixabay.com/PabitraKaity)
Ilustrasi Bank (pixabay.com/PabitraKaity)
Intinya sih...
  • Tabungan untuk transaksi harian dan dana fleksibel
  • Giro lebih sering dipakai untuk aktivitas bisnis
  • Deposito fokus pada simpanan berjangka
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orang, produk perbankan seperti tabungan, giro, dan deposito sering dianggap sama. Padahal, ketiganya punya fungsi, karakter, dan tujuan penggunaan yang berbeda.

Kesalahpahaman ini kerap membuat seseorang salah memilih produk keuangan. Akibatnya, dana yang disimpan justru tidak optimal atau sulit digunakan sesuai kebutuhan.

Di tengah meningkatnya kesadaran finansial, memahami perbedaan dasar produk bank jadi langkah penting. Apalagi bagi milenial dan Gen Z yang mulai aktif mengatur keuangan sendiri.

Supaya tidak keliru lagi, berikut penjelasan singkat tentang tabungan, giro, dan deposito yang sering disalahpahami.

 

1. Tabungan untuk transaksi harian dan dana fleksibel

Ilustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)

Tabungan adalah produk perbankan yang paling umum digunakan. Fungsinya untuk menyimpan uang sekaligus memudahkan transaksi sehari-hari seperti tarik tunai, transfer, dan pembayaran.

Kelebihan tabungan terletak pada fleksibilitasnya. Dana bisa diambil kapan saja, meski biasanya disertai biaya administrasi dan bunga yang relatif kecil.

Karena itu, tabungan cocok untuk dana operasional harian atau dana darurat jangka pendek, bukan untuk tujuan investasi jangka panjang.

2. Giro lebih sering dipakai untuk aktivitas bisnis

ilustrasi ATM Bank (pixabay.com/Peggy_Marco)
ilustrasi ATM Bank (pixabay.com/Peggy_Marco)

Berbeda dari tabungan, giro umumnya digunakan oleh pelaku usaha atau perusahaan. Transaksi dilakukan menggunakan cek atau bilyet giro, bukan kartu ATM.

Giro memudahkan transaksi dalam jumlah besar dan frekuensi tinggi. Namun, bunga giro biasanya sangat kecil, bahkan nyaris tidak terasa.

Produk ini cocok bagi pihak yang membutuhkan kelancaran arus kas, bukan untuk menyimpan dana dengan tujuan mendapatkan keuntungan bunga.

3. Deposito fokus pada simpanan berjangka

ilustrasi deposito (pexels.com/pixabay)
ilustrasi deposito (pexels.com/pixabay)

Deposito adalah simpanan berjangka dengan tenor tertentu, mulai dari satu hingga dua belas bulan. Dana tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan penalti.

Keunggulan deposito terletak pada bunganya yang lebih tinggi dibanding tabungan dan giro. Namun, fleksibilitasnya jauh lebih terbatas.

Deposito cocok bagi nasabah yang memiliki dana menganggur dan tidak membutuhkan akses cepat dalam waktu dekat.

Memilih antara tabungan, giro, atau deposito sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan masing-masing. Menurut kamu, produk perbankan mana yang paling sering disalahpahami?

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Mitos vs Fakta soal Kartu Kredit yang Masih Dipercaya Anak Muda

31 Jan 2026, 22:26 WIBLife