Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hal yang Perlu Dicek Sebelum Mengajukan Pinjaman ke Bank

ilustrasi aplikasi pinjaman (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi aplikasi pinjaman (freepik.com/rawpixel.com)
Intinya sih...
  • Kondisi keuangan dan kemampuan membayar harus diperiksa sebelum mengajukan pinjaman
  • Bunga, tenor, dan total biaya pinjaman perlu dipahami agar tidak kaget di kemudian hari
  • Pastikan reputasi bank dan isi perjanjian kredit sudah dicek dengan teliti sebelum menandatangani
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengajukan pinjaman ke bank sering dianggap solusi cepat saat membutuhkan dana tambahan. Mulai dari kebutuhan mendesak hingga rencana jangka panjang, kredit perbankan jadi pilihan banyak orang.

Namun, tidak sedikit peminjam yang justru terjebak masalah baru karena kurang persiapan. Tagihan membengkak, cicilan macet, hingga stres finansial sering berawal dari keputusan yang terburu-buru.

Di tengah mudahnya akses pinjaman saat ini, sikap kritis justru makin dibutuhkan. Apalagi bagi milenial dan Gen Z yang mulai aktif menggunakan produk keuangan.

Sebelum menandatangani perjanjian kredit, ada beberapa hal penting yang wajib dicek agar pinjaman benar-benar membantu, bukan malah membebani.

1. Kondisi keuangan dan kemampuan membayar

ilustrasi pinjaman berbunga (pexels.com/Lukas)
ilustrasi pinjaman berbunga (pexels.com/Lukas)

Langkah pertama sebelum mengajukan pinjaman adalah mengecek kondisi keuangan pribadi. Hitung pemasukan rutin, pengeluaran bulanan, serta kewajiban cicilan yang sudah ada.

Idealnya, total cicilan tidak melebihi 30–40 persen dari penghasilan bulanan. Dengan begitu, keuangan tetap aman tanpa mengorbankan kebutuhan pokok dan dana darurat. 

2. Bunga, tenor, dan total biaya pinjaman

ilustrasi pinjaman disetujui (freepik.com/freepik)
ilustrasi pinjaman disetujui (freepik.com/freepik)

Banyak peminjam hanya fokus pada besaran cicilan, padahal bunga dan tenor sangat menentukan total biaya yang harus dibayar. Semakin panjang tenor, cicilan memang lebih ringan, tapi bunga bisa jauh lebih besar.

Selain bunga, perhatikan juga biaya administrasi, provisi, asuransi, dan denda keterlambatan. Semua komponen ini wajib dipahami sejak awal agar tidak kaget di kemudian hari.

3. Reputasi bank dan isi perjanjian kredit

ilustrasi pinjaman (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi pinjaman (pexels.com/RDNE Stock project)

Pastikan bank atau lembaga keuangan yang dipilih memiliki reputasi baik dan diawasi otoritas resmi. Jangan tergiur proses cepat tanpa mengecek legalitasnya.

Baca perjanjian kredit dengan teliti, termasuk klausul yang berkaitan dengan penalti, pelunasan dipercepat, dan perubahan suku bunga. Jika ada poin yang tidak dipahami, jangan ragu bertanya sebelum menandatangani.

Mengajukan pinjaman ke bank bukan sekadar soal cair atau tidak, tapi soal kesiapan dan tanggung jawab jangka panjang. Menurut kamu, hal apa lagi yang sering luput dicek sebelum berutang?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Mitos vs Fakta soal Kartu Kredit yang Masih Dipercaya Anak Muda

31 Jan 2026, 22:26 WIBLife