Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tujuh Desa Wisata Baru di Subang yang Wajib Dikunjungi

ilustrasi pedesaan (pexels.com/Markus Spiske)
ilustrasi pedesaan (pexels.com/Markus Spiske)
Intinya sih...
  • Desa Sukasari menawarkan suasana perkampungan Sunda yang asri dan tenang, dengan hamparan sawah dan kehidupan sosial yang guyub.
  • Desa Situ Sari mengandalkan keindahan Danau Cikadongdong dan Situs Megalitikum Gurudug sebagai daya tarik utama.
  • Desa Cisampih menawarkan experience tourism dengan aktivitas masyarakat, kebun, PLTA, dan jalur sepeda Cinangling.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Potensi pariwisata Kabupaten Subang terus menunjukkan perkembangan positif. Tak hanya mengandalkan bentang alam, daerah ini juga memiliki kekayaan budaya, kuliner, kriya, serta kearifan lokal yang masih dijalankan masyarakat desa.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Subang mengembangkan tujuh desa wisata baru. Seperti dilansir dari situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Berdasarkan informasi dari situs resmi pemerintah daerah, pengembangan desa wisata ini tidak semata mengejar peningkatan kunjungan wisatawan. Fokus utamanya adalah pemberdayaan warga, pelestarian budaya lokal, serta perlindungan lingkungan.

Ketujuh desa wisata ini resmi diperkenalkan pada akhir 2025 dan masing-masing memiliki karakter serta daya tarik yang berbeda, mulai dari wisata agraris, budaya, hingga alam dan wellness.

 

1. Desa Sukasari

ilustrasi bertani(pexels.com/jordanmv)
ilustrasi bertani(pexels.com/jordanmv)

Desa Wisata Sukasari menawarkan suasana perkampungan Sunda yang masih asri dan tenang. Hamparan sawah, aktivitas pertanian, serta kehidupan sosial yang guyub menjadi daya tarik utamanya.

Wisatawan dapat merasakan langsung keseharian masyarakat, mulai dari bertani hingga menikmati kuliner tradisional. Konsep penginapan berbasis rumah warga juga memberikan pengalaman yang hangat dan autentik, cocok untuk wisata keluarga dan edukasi.

2. Desa Situ Sari

Cikadongdong River Tubing (.instagram.com/p)
Cikadongdong River Tubing (.instagram.com/p)

Desa Situ Sari mengandalkan keindahan Danau Cikadongdong sebagai magnet utama. Selain panorama alam, desa ini juga memiliki Situs Megalitikum Gurudug yang menyimpan jejak budaya masa lampau.

Keberadaan kampung adat dengan rumah-rumah bambu menambah nilai historis desa ini. Aktivitas wisata yang ditawarkan relatif ringan, seperti menikmati pemandangan danau, memancing, hingga berkeliling kawasan sekitar.

3. Desa Cisampih

ilustrasi berkebun (freepik.com/freepik)
ilustrasi berkebun (freepik.com/freepik)

Konsep experience tourism menjadi ciri khas Desa Cisampih. Wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat.

Integrasi kebun dengan infrastruktur air seperti situ, PLTA, dan jalur sepeda Cinangling membuka peluang wisata edukatif. Desa ini cocok untuk kegiatan susur kebun, fun farming, camping, hingga wisata minat khusus berbasis edukasi air dan pangan.

4. Desa Margasari

Ikan nila (pexels.com/Andre Moura)
Ikan nila (pexels.com/Andre Moura)

Desa Margasari menyimpan potensi wisata sejarah dan budaya di tengah lanskap agraris. Beberapa daya tariknya antara lain Situs Budaya Patenggeng, Ritual Ruatan Bumi, serta ziarah ke Makam Eyang Bahu Reksa.

Selain itu, wisatawan juga diajak mengenal aktivitas budidaya ikan nila dan lele. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan gambaran tentang bagaimana ekonomi lokal dan nilai spiritual dijaga secara beriringan.

5. Desa Rawalele

ilustrasi kebun karet (commons.wikimedia.org/Vis M)
ilustrasi kebun karet (commons.wikimedia.org/Vis M)

Potensi utama Desa Rawalele terletak pada kebun karet yang luas. Wisatawan dapat melihat langsung proses penyadapan karet hingga pengolahan kerajinan berbahan dasar karet.

Desa ini juga mengembangkan kesenian dan budaya lokal sebagai penggerak ekonomi. Beberapa potensi pendukung lainnya adalah Bumi Perkemahan Cijuhung dan Pemancingan Saung Nyumput Citugu.

6. Desa Jambelaer

ilustrasi buah manggis (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
ilustrasi buah manggis (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Desa Jambelaer dikenal sebagai kawasan perkebunan buah seperti manggis, nanas, dan pisang. Hasil perkebunan tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari keripik, selai, hingga minuman tradisional.

Selain wisata kuliner, desa ini juga menawarkan aktivitas river tubing di aliran sungai jernih yang memberikan pengalaman rekreasi menyegarkan bagi pengunjung.

7. Desa Curug Agung

foto curug agung galunggung (instagram.com/fatahilaharis)
foto curug agung galunggung (instagram.com/fatahilaharis)

Desa Curug Agung menghadirkan kombinasi wisata alam dan wellness. Pemandian air panas alami, curug, kebun durian, serta hutan kecil di sekitarnya menjadi daya tarik utama.

Wisatawan dapat menikmati terapi air panas, trekking ringan, hingga camping dengan latar alam pedesaan. Desa ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata petualangan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kehadiran tujuh desa wisata baru ini memperkaya wajah pariwisata Kabupaten Subang. Setiap desa menawarkan pengalaman berbeda yang tidak hanya menyuguhkan keindahan, tetapi juga cerita tentang kehidupan dan kearifan lokal.

Dari tujuh desa tersebut, desa mana yang paling ingin kamu kunjungi lebih dulu? Atau justru kamu sudah pernah datang ke salah satunya? Bagikan pendapat dan pengalamanmu di kolom komentar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Travel Jawa Barat

See More

Tujuh Desa Wisata Baru di Subang yang Wajib Dikunjungi

03 Feb 2026, 13:41 WIBTravel