4 Oleh-Oleh Khas Pantura Jawa Barat yang Wajib Kamu Coba

- Kerupuk Melarat, camilan legendaris dari Cirebon dengan tekstur kesat, warna pucat, dan rasa sedikit manis.
- Sirup Tjampolay, minuman manis legendaris sejak 1936 terbuat dari buah sawo belanda dengan rasa manis lembut dan tekstur agak kental.
- Buah Mangga Gedong Gincu, primadona Indramayu dengan bentuk bulat, warna jingga kemerahan, dan paduan rasa manis asam yang khas.
Jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat kerap jadi rute favorit wisatawan dan pemudik saat menuju atau pulang ke kampung halaman. Selain pemandangan laut, budaya, dan kuliner lokal yang khas, kawasan ini juga punya deretan oleh-oleh unik yang mewakili cita rasa daerahnya.
Ragam oleh-oleh tersebut bukan sekadar camilan atau minuman biasa, karena beberapa di antaranya punya cerita sejarah panjang, proses pembuatan tradisional, dan keunikan rasa yang berbeda dari produk serupa di wilayah lain.
Deretan oleh-oleh ini bisa juga jadi tujuan utama belanja kamu setelah wisata atau sambil menunggu perjalanan panjang. Dilansir dari situs resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, berikut empat oleh-oleh Pantura yang wajib masuk list-mu.
1. Kerupuk Melarat (Camilan legendaris dari Cirebon)

Kerupuk Melarat jadi salah satu oleh-oleh paling dikenal jika kamu singgah di Cirebon. Tidak seperti kerupuk biasa, camilan ini tidak digoreng dengan minyak, melainkan dikembang dengan panas pasir hitam.
Teksturnya lebih kesat, warnanya cenderung pucat, dan rasanya sedikit manis, berbeda dari kerupuk yang umumnya gurih. Hal ini membuatnya jadi camilan yang unik dan mudah dibawa pulang sebagai buah tangan.
Kerupuk Melarat cocok dinikmati langsung atau jadi pasangan lauk ketika makan di rumah setelah perjalanan panjang.
2. Sirup Tjampolay (Minuman legendaris sejak 1936)

Sirup Tjampolay alias Sirup Cap Buah Campolay merupakan minuman manis legendaris yang sudah ada sejak tahun 1936 di Cirebon. Sirup ini terbuat dari buah sawo belanda dengan rasa manis lembut dan tekstur agak kental, yang sejak dulu sudah disukai penduduk lokal bahkan warga Belanda pada masa kolonial.
Kini sirup ini sering dijadikan buah tangan karena rasanya yang khas dan bisa tahan lama, cocok dinikmati bersama keluarga saat sampai di rumah.
3. Buah Mangga Gedong Gincu (Primadona Indramayu)

Kabupaten Indramayu dikenal sebagai penghasil Buah Mangga Gedong Gincu yang memiliki bentuk bulat, warna jingga kemerahan, dan paduan rasa manis asam yang khas. Karena warna kulitnya yang unik seperti memakai “gincu”, mangga ini menjadi favorit wisatawan yang lewat Pantura untuk dijadikan oleh-oleh segar.
Selain dimakan langsung, kamu juga bisa membawa pulang beberapa kilogram sebagai hadiah manis untuk keluarga.
4. Keripik Tike (Camilan tradisional khas Losarang)

Keripik Tike khas Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang (Indramayu) terbuat dari umbi-umbian atau biji rumput teki. Proses pembuatannya masih tradisional, sehingga cita rasanya tetap autentik.
Tekstur keripik yang renyah dan bahan baku lokal membuatnya menarik sebagai oleh-oleh yang berbeda dari keripik biasa. Keripik Tike bisa jadi pilihan alternatif untuk camilan ringan saat perjalanan.
Pantura Jawa Barat menawarkan pengalaman rasa yang kaya dan autentik, mulai dari camilan gurih dengan cara unik hingga buah segar penuh warna yang langsung mewakili karakter daerahnya.
Semua oleh-oleh ini tidak hanya enak, tapi juga menjadi simbol kultur dan tradisi kuliner setempat. Kalau kamu bisa memilih satu dari empat oleh-oleh ini untuk dibawa pulang, mana yang jadi favoritmu?















