Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Kuningan Diminta Waspada, Ada Ancaman Angin Kencang Sepekan ke Depan

IMG_20250904_120518.jpg
Noor Jannah seorang prakirawan cuaca di Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang menunjukkan pergerakan angin kencang yang berhembus di tiap kabupaten/kota. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya sih...
  • Pengaruh bibit siklon dan dinamika atmosfer
  • BPBD Kuningan tingkatkan kewaspadaan
  • Wilayah Lereng Ciremai dinilai rawan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kuningan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang di wilayah Jawa Barat bagian timur, termasuk Kabupaten Kuningan, dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, longsor, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana dan kawasan dengan tutupan vegetasi lebat. Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi secara fluktuatif dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dalam durasi singkat.

1. Pengaruh bibit siklon dan dinamika atmosfer

ilustrasi angin santa ana Los Angeles (commons.wikimedia.org/U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration)
ilustrasi angin santa ana Los Angeles (commons.wikimedia.org/U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration)

BMKG mencatat, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor atmosfer regional dan global. Salah satu faktor utama adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat serta Teluk Carpentaria.

Kedua sistem ini membentuk dan memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Kondisi tersebut mendorong peningkatan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di sejumlah wilayah, terutama pada siang hingga malam hari.

Selain itu, dalam sepekan ke depan juga terindikasi adanya penguatan Monsun Asia yang disertai fenomena Cross Equatorial Northerly Surge (CENS). Aliran massa udara lembap dari belahan bumi utara melintasi ekuator dengan kecepatan lebih tinggi menuju wilayah selatan Indonesia, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.

2. BPBD Kuningan tingkatkan kewaspadaan

ilustrasi angin topan (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi angin topan (pexels.com/Pixabay)

Menindaklanjuti peringatan BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya terhadap potensi pohon tumbang di kawasan permukiman maupun sepanjang jalur transportasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, meminta para lurah dan kepala desa aktif mengingatkan warga agar melakukan langkah pencegahan dini. Upaya tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kerugian material maupun korban jiwa akibat cuaca ekstrem.

“Pohon dengan dahan terlalu lebat agar segera dipangkas. Sementara pohon yang sudah tua, lapuk, miring, dan berisiko roboh sebaiknya ditebang untuk mencegah dampak yang lebih besar,” ujar Indra, Selasa (27/1/2026).

3. Wilayah Lereng Ciremai dinilai rawan

Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan
Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan

Indra menjelaskan, karakter geografis Kabupaten Kuningan yang berada di lereng dan sekitar Gunung Ciremai memiliki tingkat kerawanan tersendiri saat hujan lebat dan angin kencang terjadi bersamaan. Kondisi tanah yang jenuh air dapat melemahkan daya cengkeram akar vegetasi, sehingga meningkatkan potensi pohon tumbang dan longsor.

BPBD juga mewaspadai keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang jalan utama dan jalur penghubung antarkecamatan. Koordinasi dengan dinas teknis terus dilakukan untuk pemantauan dan penanganan di titik-titik rawan bencana.

Selain itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, serta aktivitas luar ruang seperti wisata alam dan kegiatan di kawasan pegunungan.

Berdasarkan prospek cuaca BMKG periode 22–29 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi hujan ringan hingga lebat. BMKG dan BPBD mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Puluhan Jiwa Masih Tertimbun, Basarnas Perluas Area Pencarian Longsor

27 Jan 2026, 10:57 WIBNews